Daya Beli Masyarakat Bakal Terus Meningkat Sampai Pemilu

Kepala BKPM Chatib Basri memperkirakan daya beli masyarakat jelang Pemilu akan mengalami peningkatan.

Diterbitkan 23 Juli 2013, 20:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri memperkirakan daya beli masyarakat menjelang Pemilihan Umum 2014 akan terus meningkat meski sempat melemah usai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Chatib mengatakan usai kenaikan harga BBM bersubsidi pada 22 Juni lalu, laju inflasi pada Juli 2013 memang mengalami kenaiakn cukup tinggi. Namun dampak keseluruhan dari kenaikan harga BBM tersebut baru bisa diketaui dari laporan Badan Pusat Statisitk  (BPS) pada Agustus mendatang.

"BBM dinaikan 22 Juni, satu bulan 22 Juli, inflasinya akan naik tinggi saat BPS mengumumkan 1 Agustus," kata Chatib, di Kantornya, Jakarta, Selasa (23/7/2013).

Usai kenaikan yang cukup tinggi tersebut, Chatib memperkirakan Indonesia akan mengalami penurunan inflasi bahkan kemungkinan bisa memunculkan deflasi. Kondisi itu diyakini bisa membuat daya beli masyarakat kembali naik dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"22 Agustus trennya melambat, pengumuman BPS Oktober bisa kecil, dengan begitu ada deflasi daya beli bisa naik mendorong pertumbuhan," tuturnya.

Daya beli masyarakat akan kembali meningkat seiring kondisi Indonesia yang akan memasuki masa Pemilu. Saat itu, diperkirakan banyak pembelian barang secara besar-besaran sehingga dapat mendorong kembali pertumbuhan ekonomi.

"Jangan lupa ini mendekati Pemilu, baliho, kaos, makanan, petemuan-petemuan, ini akan terus naik, ini akan mendorong konsumsi," ungkapnya.

Namun Chatib yang menjabat menteri keuangan ini tak sepakat jika pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan bertumpu pada sektor konsumsi semata. Pertumbuhan ekonomi harus ditunjang dari sektor lain untuk memicu sektor lain.  "Realisasi sama  tantangannya nggak gampang," pungkasnya. (Pew/Shd)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6