Durasi Tes Dikeluhkan Peserta Seleksi Calon Pegawai Koperasi Merah Putih, BKN Himbau Ini

BKN mencatat ada tantangan yang dihadapi peserta tes untuk pegawai koperasi merah putih dan kampung nelayan merah putih.

Diterbitkan 08 Mei 2026, 13:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 140.211 peserta mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) dari total 483.648 pelamar yang lolos ke tahap seleksi Pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Data ini sampai hari keempat pelaksanaan Seleksi kompetensi bagi calon pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026. Adapun, jumlah pendaftar Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden tercatat mencapai 487.819 orang. 

Dalam pelaksanaan ujian CAT, peserta akan menghadapi dua jenis tes utama, yaitu Tes Potensi Kognitif dan Tes Substansi Manajemen. Tes Potensi Kognitif dirancang untuk mengukur kemampuan kecepatan kerja (speed) serta kemampuan berpikir (power).

Melalui skema soal tersebut, peserta diuji dalam memproses informasi dan menyelesaikan soal secara tepat di tengah keterbatasan waktu, sehingga dibutuhkan strategi pengerjaan yang efektif.

Upaya mendukung kelancaran ujian, BKN telah menyiapkan sarana, prasarana, dan infrastruktur teknologi agar peserta dapat mengikuti seleksi dengan optimal.

Meski demikian, BKN mencatat sejumlah dinamika selama pelaksanaan tes di lapangan. Salah satu tantangan yang dihadapi peserta adalah durasi pengerjaan soal. 

Karena itu, peserta diminta tetap tenang agar tidak terburu-buru dalam memilih jawaban maupun melakukan klik berulang pada sistem. BKN juga memastikan sistem CAT mampu mengakomodasi pelaksanaan tes secara masif dalam waktu bersamaan, termasuk dari sisi keamanan sistem selama ujian berlangsung.

BKN menyebut sistem CAT telah dirancang untuk mempermudah peserta ujian dan sebelumnya juga telah digunakan dalam seleksi CASN. Mekanisme pengerjaan ujian diatur dalam Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2024. Selain itu, sistem CAT juga telah melalui berbagai pengujian guna memastikan proses seleksi berjalan adil dan transparan.

Tips BKN

Berikut sejumlah tips yang dibagikan BKN agar peserta dapat mengerjakan ujian CAT secara optimal:

1. Tetap fokus dan tidak panik Waktu yang terbatas memang menjadi tantangan, namun kepanikan justru dapat menghambat konsentrasi dan akurasi.

2. Prioritaskan soal yang mudah terlebih dahulu Tidak semua soal harus dijawab. Peserta disarankan untuk mengerjakan soal yang dianggap lebih cepat dan mudah untuk memaksimalkan skor.

3. Hindari klik berlebihan Setiap jawaban yang di klik simpan akan masuk kedalam pangkalan data sehingga tidak perlu klik berulang. Dalam hal data yang telah disimpan tampil pada layar tidak sesuai dengan yang dipilih, bukan berarti jawabannya berubah, hal tersebut dikarenakan ada waktu jeda dalam kondisi jaringan pada akses sedang tinggi.

4.Beri waktu jeda Beri waktu jeda dan biarkan sistem menyelesaikan proses agar berjalan optimal. Hal tersebut agar tidak ada penumpukan beban pada waktu tertentu, di mana selama proses kirim jawaban ke server dan belum dapat respons dari server, maka waktunya tidak dihitung sehingga peserta tidak dirugikan.

5.Manfaatkan waktu secara efisien Perhatikan durasi setiap subtes dan atur ritme pengerjaan dengan baik.

 

Jaring Talenta Terbaik

Pada kesempatan tersebut, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN, Wisudo Putro Nugroho menuturkan, pemerintah berharap seleksi ini dapat menjaring talenta terbaik yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga mampu bekerja secara efektif sesuai kebutuhan pengembangan Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6