Harga Minyak Anjlok, Ini Penyebabnya

Harga minyak dunia turun hari ini 6 Mei 2026, simak faktor penyebabnya.

Diterbitkan 06 Mei 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak turun pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) setelah Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengatakan gencatan senjata dengan Iran masih berlaku. Pernyataan ini meredakan kekhawatiran bahwa kawasan tersebut akan kembali ke perang skala penuh setelah serangan terhadap Uni Emirat Arab pekan ini.

Dikutip dari Antara, Rabu (6/5/2026), patokan harga minyak internasional, Brent turun sekitar 4% dan ditutup pada level USD 109,87 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun hampir 4% dan ditutup pada USD 102,27.

Harga minyak naik lebih dari 4% pada hari Senin karena gencatan senjata antara AS dan Iran tampaknya akan segera tak lagi berlaku. Iran meluncurkan drone dan rudal ke Uni Emirat Arab, sementara Washington mengatakan telah menenggelamkan kapal-kapal Iran di Selat Hormuz yang sangat penting secara strategis.

“Pada akhirnya Presiden lah yang akan membuat keputusan apakah akan ada peningkatan konflik yang berujung pada pelanggaran gencatan senjata. Saat ini, gencatan senjata memang masih berlaku, tetapi kami akan mengawasinya dengan sangat, sangat cermat," kata Hegseth.

Operasi Hormuz

Pada hari Senin, AS meluncurkan operasi untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas komersial. Hegseth mengatakan dua kapal komersial AS bersama dengan kapal perusak AS melintasi selat tersebut, Hal ini menunjukkan bahwa jalur tersebut sudah aman.

“Kita tahu bahwa Iran merasa malu dengan fakta ini. Mereka mengatakan mereka mengendalikan selat itu. Padahal tidak," ungkap Hegseth.

 

Iran Tawarkan Diskon Harga Minyak Besar-besaran

Perusahaan pelayaran Denmark, Maersk, mengatakan salah satu kapalnya, Alliance Fairfax yang berbendera AS , melintasi selat tersebut pada hari Senin di bawah perlindungan militer AS. 

Namun, ketegangan tetap tinggi. Berbicara kepada Fox News pada hari Senin, Trump memperingatkan bahwa Iran akan “lenyap dari muka bumi” jika menargetkan kapal-kapal AS yang menjaga lalu lintas komersial melalui selat tersebut.

Irak, salah satu produsen OPEC, dilaporkan menawarkan diskon besar kepada pembeli jangka panjangnya untuk minyak mentah yang dimuat bulan ini. Meskipun kapal tanker harus bersedia melintasi Selat Hormuz untuk mengambil barel tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6