Safari Prabowo ke Inggris dan Davos: Bahas Maritim hingga Bertemu Donald Trump

Presiden Prabowo Subianto menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Ini sejumlah agenda yang dibawa.

Diterbitkan 19 Januari 2026, 18:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan lawatan ke Inggris dan Swiss. Bukan tangan kosong, Prabowo membawa sejumlah agenda strategis, mulai dari kerja sama maritim, konservasi lingkungan, hingga memperluas jejaring ekonomi global melalui World Economic Forum (WEF) di Davos

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, di Inggris Prabowo melakukan pertemuan dengan Raja Charles serta Perdana Menteri Inggris. Pertemuan keduanya adalah penandatanganan kerja sama Maritime Partnership untuk pembangunan kapal-kapal tangkap ikan untuk nelayan Indonesia.

"Kerja sama di bidang kelautan untuk membangun kapal-kapal tangkap ikan untuk nelayan-nelayan kita,” jelas Prasetyo kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Selain itu, menurut Prasetyo, kerja sama juga dilakukan untuk konservasi perlindungan gajah di Provinsi Aceh. Pasalnya, sekitar delapan bulan lalu Presiden secara pribadi telah menyerahkan konsesi hutan PT Tusam Hutani Lestari kepada pemerintah untuk dialihfungsikan menjadi koridor konservasi satwa gajah. Program ini dilakukan atas kerja sama dengan Raja Charles.

"Ini adalah bagian dari komitmen Presiden dalam upaya perlindungan lingkungan dan satwa liar," ia menambahkan.

Agenda ketiga Presiden di Inggris adalah menjajaki peluang kerja sama pendidikan dengan sejumlah universitas ternama yang tergabung dalam Russell Group. Hasilnya diharapkan dapat membuka potensi berdirinya berbagai universitas Inggris di Indonesia.

Setelah menyelesaikan agenda di Inggris selama sekitar dua hari, Presiden dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum. Di forum ekonomi dunia tersebut, Presiden direncanakan menjadi salah satu pembicara.

"Forum ini menjadi bagian dari upaya kita membuka potensi kerja sama dengan negara-negara sahabat,” ujarnya.

Acara itu membuka kemungkinan pertemuan Presiden dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, Prasetyo menyebut belum ada kepastian. Pemerintah masih menunggu pembaruan informasi mengenai agenda tersebut, termasuk pembahasan sikap Indonesia di tengah meningkatnya tensi global dan perang dagang.

"Nanti coba kami cek karena kita belum mendapatkan update apakah memang ada agenda pertemuan dengan Presiden Trump,” tuturnya.

  

Dampingi Prabowo di WEF Swiss, Danantara Cari Peluang Investasi

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memamerkan posisinya di ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Kehadirannya untuk menawarkan kecakapan Danantara sebagai mitra straegis investasi di Tanah Air.

Ini jadi kali perdana Danantara untuk menghadiri WEF 2026. Sekaligus, mendampingi kehadiran Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Negara yang sempat absen dalam lebih dari 10 tahun.

"Kehadiran Danantara Indonesia di World Economic Forum ini merupakan bagian dari komitmen untuk membangun kemitraan global yang berlandaskan tata kelola yang kuat dan kualitas investasi yang tinggi," kata CEO Danantara, Rosan Roeslani dalam keterangan resmi, Senin (19/1/2026).

Dia menjelaskan, Danantara membawa perspektif investasi dan perekonomian dari pasar berkembang yang berada di garis depan perubahan global. Menurut dia, Indonesia menghadapi langsung tantangan perubahan iklim, dinamika demografi, serta kebutuhan akan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. 

"Dalam konteks inilah Danantara Indonesia memosisikan diri tidak hanya sebagai investor, tetapi sebagai pemain strategis dan mitra jangka panjang dalam membangun ketahanan ekonomi dan sosial," ujarnya.

Rosan memastikan setiap kolaborasi yang dibangun tidak hanya menarik secara finansial, tetapi juga harus relevan dan berkontribusi langsung pada transformasi ekonomi Indonesia. Partisipasi Danantara Indonesia di WEF 2026, seiring dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto, menegaskan komitmen Indonesia terhadap keterbukaan, kolaborasi global, dan investasi jangka panjang yang berkelanjutan. 

 

Prioritas Investasi

Rosan menjelaskan, sat ini fokus investasi Danantara Indonesia berangkat dari kebutuhan riil Indonesia dan selaras dengan agenda global. Prioritas tersebut mencakup penguatan mineral kritis dan keamanan rantai pasok, percepatan transisi energi, peningkatan ketahanan pangan dan kesehatan.

Termasuk pengembangan infrastruktur digital, serta penciptaan peluang ekonomi bagi populasi muda yang terus tumbuh. Perwakilan Indonesia akan melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan pimpinan negara, investor institusional, sovereign wealth fund lainnya, serta berbagai lembaga keuangan dan ekonomi global. .

"Partisipasi Danantara ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra investasi yang kredibel, berorientasi jangka panjang, dan berkontribusi aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan,” ujar Rosan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6