Liputan6.com, Jakarta - Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport didapati hilang kontak karena kecelakaan di kawasan pegunungan Bulusaraun, Pengkep, Sulawesi Selatan. Teranyar, serpihan pesawat ATR dan satu korban ditemukan meninggal dunia. Produsen pesawat tersebut, ATR buka suara merespons kejadian tersebut.
Pihak perusahaan turut memberikan perhatian pada korban terdampak. Diketahui, ada 7 kru dan 3 pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam penerbangan itu.
"ATR telah menerima informasi bahwa sebuah kecelakaan terjadi di Indonesia yang melibatkan ATR 42-500. Pikiran pertama kami tertuju kepada semua pihak yang terkena dampak kecelakaan tersebut," tulis ATR dalam keterangan resmi, dikutip Senin (19/1/2026).
Advertisement
Menyusul perkembangan situasi dan proses investigasi, ATR menyatakan akan ikut terlibat dalam proses tersebut.Â
"Para spesialis ATR sepenuhnya terlibat untuk mendukung investigasi yang dipimpin oleh otoritas Indonesia dan operator," seperti dikutip.
KKP menyewa pesawat ATR 42-500 dari PT Indonesia Air Transport (IAT), dengan turut membawa 7 kru beserta 3 pegawai dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).Â
"Kita memang punya air surveillance, kerja sama dengan IAT. Jadi selalu kita gunakan untuk beroperasi di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang untuk Merauke, khususnya untuk pengawasan di daerah-daerah perbatasan," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam sesi konferensi pers secara hybrid, Sabtu, 17 Januari 2026.
Pesawat ATR 42-500 Tabrak Lereng Gunung
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) angkat bicara soal jatuhnya pesawat ATR 42-500 di pegunungan Pangkep, Sulsel. Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menyebutkan, pesawat ATR 42-500 jatuh hingga pecah berhamburan akibat menabrak lereng gunung, yang dinamakan dengan Controlled Flight Into Terrain (CFIT).
"Kita namakan CFIT. Jadi, memang pesawat menabrak bukit atau lereng gunung, sehingga terjadi beberapa pecahan atau serpihan pesawat akibat terjadinya benturan. Jadi, memang kita mengkategorikan sebagai CFIT," paparnya kepada wartawan di Bandara Internasional Hasanuddin Makassar, Kabupaten Maros, Minggu, 18 Januari 2026.
Â
Â
Masih Investigasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476390/original/013666300_1768740984-122594.jpg)
Dia menuturkan, insiden kecelakaan pesawat itu bukan disengaja karena masih bisa dikontrol oleh pilotnya. Namun karena sudah mendekati lereng gunung maka benturan tidak dapat dihindari.
Masih Investigasi
Akibat dari benturan keras tersebut, dugaan kuat badan pesawatnya mengenai benda keras sehingga berhamburan lalu menjadi serpihan-serpihan. Serpihan ini yang ditemukan tim SAR gabungan dalam operasi tersebut.
"Pesawatnya itu masih bisa dikontrol oleh pilotnya, tapi menabrak, tapi bukan sengaja menabrak (lereng gunung setempat). Jadi pesawatnya masih bisa dikontrol," tuturnya.
"CFIT itu mengidentifikasikan bahwa pesawatnya masih bisa dikontrol atau dikendalikan oleh pilotnya. Tapi, karena sesuatu hal, serpihan pesawat yang ditemukan ini karena menabrak bukit atau gunung," katanya lagi menjelaskan.
Kendati demikian, pihak KNKT masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut berkaitan dengan kecelakaan itu. Soerjanto tidak ingin berspekulasi apakah ada kelalaian pada insiden itu atau tidak, karena sedang diselidiki sebabnya.
Â
Advertisement
Hilang Kontak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476367/original/063519900_1768734071-122432.jpg)
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memberikan penjelasan terkait hilang kontaknya pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar di Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa menyampaikan, pesawat ATR 42-500 pada pukul 04.23 UTC diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.
Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya. Sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487945/original/005053400_1769685781-965503f9-fdff-4051-a6b2-26463a45352f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484235/original/065666200_1769417089-165800.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/787627/original/014796600_1419916102-ilustrasi-kecelakaan-pesawat-2-141230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484235/original/065666200_1769417089-165800.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/787627/original/014796600_1419916102-ilustrasi-kecelakaan-pesawat-2-141230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483218/original/013472700_1769344943-unnamed__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483061/original/075787800_1769323027-Screenshot_2026-01-25_131321.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481384/original/056287400_1769093956-147763.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482412/original/027888600_1769184876-151631.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482100/original/068329100_1769159654-151700.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477032/original/082753400_1768806624-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_10.44.42.jpeg)