Awas, Krisis Venezuela Bisa Berdampak ke Pertamina

Situasi Venezuela tetap memberikan berdampak baik atau tidak ke Indonesia. Bahkan secara khusus ke Pertamina.

Diterbitkan 07 Januari 2026, 11:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) mengungkapkan, situasi Venezuela tetap memberikan berdampak baik atau tidak ke Indonesia. Bahkan secara khusus ke Pertamina.

Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal mengatakan, kondisi itu disebabkan karena Pertamina memiliki 40% saham di perusahaan nasional Venezuela. Sementara, dalam kondisi ini, membuat secara langsung atau tidak, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menguasai Venezuela.

Selain itu, ketidakpastian yang tinggi semakin timbul. Lantaran, adanya perubahan arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.

“Pertamina memiliki kepemilikan 40 persen di Lapangan Urdaneta Oeste bersama perusahaan nasional Venezuela, PDVSA. Ketidakpastian politik ini tentu membawa dampak, baik positif maupun negatif,” kata Moshe kepada Liputan6.com, Selasa (6/1/2026.

Ia menilai mengingatkan, agar perusahaan nasional dalam negeri untuk waspada terhadap situasi ini. Setiap perusahaan harus terus memperhatikan situasi Venezuela dan global yang dinamis.

Agar tentunya, kata dia, bisa mengambil langkah mitigasi sebelum kejadian buruk datang. Bahkan, bisa keluar dari situasi buruk secepatnya.

“Perusahaan migas nasional juga harus terus memonitor situasi dan siap melakukan langkah mitigasi, termasuk opsi keluar jika risiko membesar,” ujarnya. 

Begini Kondisi Pasokan dan Harga Minyak Imbas Penangkapan Presiden Venezuela Maduro

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Hadi Ismoyo, menilai dinamika politik dan ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela tidak akan berdampak signifikan terhadap harga minyak dunia maupun harga energi di dalam negeri. 

Menurut Hadi, produksi minyak Venezuela saat ini hanya berada di kisaran 800 ribu barel per hari (bopd), angka yang sangat kecil dibandingkan total produksi minyak global yang mendekati 100 juta bopd. Dengan porsi tersebut, Venezuela tidak memiliki pengaruh besar terhadap keseimbangan pasokan dan permintaan global.

“Venezuela bukan choke point seperti Selat Hormuz. Dalam lima tahun terakhir, meski terjadi berbagai dinamika di Venezuela, harga minyak dunia justru cenderung turun. Dampaknya ke harga minyak domestik juga hampir tidak ada,” ujar Hadi saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (6/1/2026).

Hadi juga menyinggung konflik lama antara pemerintah Venezuela dan perusahaan minyak Amerika Serikat. Pada 2007, Venezuela menasionalisasi aset kontraktor kontrak kerja sama (K3S) asing yang menyebabkan perusahaan minyak AS kehilangan aset hingga US$8 miliar, yang nilainya diperkirakan telah berlipat ganda saat ini.  

Meski telah ada putusan lembaga peradilan internasional, Venezuela disebut belum memenuhi kewajiban pembayaran kompensasi.

“Dalam konteks itu, Amerika Serikat ingin mengembalikan rule of business sesuai hukum internasional. Namun kami meyakini AS tetap akan menghormati kontrak-kontrak yang sudah berjalan, termasuk kerja sama dengan Pertamina,” katanya.

 

Cadangan Minyak Besar

Sekretaris Jenderal Aspermigas, Elan Biantoro, menyebut Venezuela sebagai negara dengan cadangan minyak besar, namun gagal mengelolanya secara optimal akibat kebijakan yang tertutup terhadap investor asing.

“Cadangan minyak Venezuela jauh di atas Indonesia, tetapi produksinya hanya sekitar satu juta barel per hari karena minim investasi,” kata Elan.

Elan mengingatkan bahwa dampak geopolitik terhadap harga minyak tidak akan terasa dalam waktu dekat. Namun dalam satu hingga dua tahun ke depan, kontraksi ekonomi global berpotensi terjadi.

“Jika harga minyak terlalu tinggi, itu tidak menguntungkan ekonomi. Jika terlalu rendah, penerimaan negara dari sektor migas bisa turun. Karena itu Indonesia harus waspada, menjaga iklim investasi, dan tetap bermain cantik mengingat investor besar migas masih didominasi perusahaan Amerika,” pungkasnya. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6