Liputan6.com, Jakarta - Harga emas Pegadaian yang dijual melalui produk Galeri24, Antam, dan UBS bergerak bervariasi pada Selasa (21/7/2026). Harga emas dari ketiga produk logam mulia tersebut berada di kisaran Rp 2,5 juta hingga Rp 2,7 juta per gram.
Berdasarkan laman resmi Pegadaian, harga emas Galeri24 dibanderol Rp 2.585.000 per gram. Sementara itu, harga emas antam dipatok Rp 2.706.000 per gram, sedangkan emas UBS dijual seharga Rp 2.596.000 per gram.
Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar emas.
Advertisement
Di sisi lain, emas Galeri24 tersedia dalam berbagai pilihan ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Emas UBS dijual mulai ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan emas Antam di Pegadaian tersedia hingga ukuran 100 gram.
Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian pada Selasa (21/7/2026):
Galeri24
- 0,5 gram: Rp 1.356.000
- 1 gram: Rp 2.585.000
- 2 gram: Rp 5.106.000
- 5 gram: Rp 12.671.000
- 10 gram: Rp 25.274.000
- 25 gram: Rp 62.844.000
- 50 gram: Rp 125.590.000
- 100 gram: Rp 251.054.000
- 250 gram: Rp 626.093.000
- 500 gram: Rp 1.252.186.000
- 1.000 gram: Rp 2.504.370.000
Antam
- 0,5 gram: Rp 1.406.000
- 1 gram: Rp 2.706.000
- 2 gram: Rp 5.348.000
- 3 gram: Rp 7.996.000
- 5 gram: Rp 13.292.000
- 10 gram: Rp 26.526.000
- 25 gram: Rp 66.183.000
- 50 gram: Rp 132.283.000
- 100 gram: Rp 264.485.000
UBS
- 0,5 gram: Rp 1.406.000
- 1 gram: Rp 2.596.000
- 2 gram: Rp 5.152.000
- 5 gram: Rp 12.730.000
- 10 gram: Rp 25.330.000
- 25 gram: Rp 63.202.000
- 50 gram: Rp 126.144.000
- 100 gram: Rp 252.188.000
- 250 gram: Rp 630.283.000
- 500 gram: Rp 1.259.087.000.
Harga Emas Dunia Stabil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
Harga emas dunia bergerak stabil pada penuutpan perdagangan Senin setelah pelaku pasar mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta dampaknya terhadap harga minyak. Di saat yang sama, pernyataan sejumlah pejabat bank sentral AS (The Fed) mengenai potensi kenaikan suku bunga juga menjadi perhatian investor.
Mrngutip CNBC, Selasa (21/7/2026), Harga emas di pasar spot turun tipis 0,2% menjadi US$ 4.006,74 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus melemah 0,1% ke level US$ 4.015,90 per ounce.
Analis UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan pergerakan harga emas masih memiliki hubungan berlawanan dengan harga minyak sehingga perkembangan di Timur Tengah terus menjadi faktor utama yang dipantau investor.
"Harga emas masih bergerak berlawanan dengan harga minyak. Karena itu, pelaku pasar terus mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah," kata analis UBS, Giovanni Staunovo.
Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah pasukan AS melancarkan serangan ke Iran untuk hari kesembilan berturut-turut. Kekhawatiran juga muncul terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz setelah Iran menyatakan dua kapal tanker minyak mengalami ledakan dan tidak dapat beroperasi.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak mulai mereda setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan. Hal itu terjadi setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut negosiasi dengan AS masih dapat dilakukan sepanjang sesuai dengan kepentingan nasional negaranya.
Advertisement
Hubungan Inflasi dengan Emas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
Harga minyak yang tinggi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan suku bunga acuan di AS akan tetap tinggi dalam waktu lebih lama.
Meskipun emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena emas tidak memberikan imbal hasil.
Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, turut menyuarakan bahwa suku bunga kemungkinan masih perlu dinaikkan untuk mengendalikan inflasi yang dinilai masih membandel. Pandangan itu menambah dukungan dari sejumlah pejabat The Fed yang menginginkan kebijakan moneter tetap ketat menjelang pertemuan bank sentral berikutnya.
Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 80%, naik dari 73% pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, UBS tetap optimistis terhadap prospek harga emas dalam jangka menengah.
"Kami memperkirakan pelemahan dolar AS akan menopang harga emas dalam enam hingga 12 bulan ke depan. Logam mulia ini juga diperkirakan kembali menembus level US$ 5.000 per ounce," ujar Staunovo.
Menurut Staunovo, pelemahan dolar AS dalam enam hingga 12 bulan ke depan diperkirakan akan menjadi pendorong kenaikan harga emas. Ia menilai logam mulia tersebut berpeluang kembali menembus level US$ 5.000 per ounce.
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5178089/original/060696700_1743292394-mudik_gratis_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303115/original/003143700_1784619310-mahfud_md_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478866/original/025973300_1768955677-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-21T071644.645.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302828/original/029922600_1784608224-744109091_2878715122499118_855064475453451994_nfd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302243/original/013845100_1784537891-063_2286809086.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303196/original/048589700_1784621624-spain_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302438/original/014858100_1784549563-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303199/original/035402400_1784622040-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1345712/original/030389700_1473863666-000_G50CY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301650/original/002120800_1784510182-AP26200768196604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301614/original/015685300_1784504538-063_2286808437.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302386/original/025200300_1784544811-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301730/original/072758800_1784514690-scaloni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301628/original/002576500_1784505654-ar7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)