12 Mal Jakarta Buka Sampai Tengah Malam saat Momen Tahun Baru 2026

Jika hari biasa, mal beroperasi 10.00-22.00 WIB, 12 mal akan beroperasi hingga tengah malam untuk menyambut Tahun Baru 2026.

Diterbitkan 29 Desember 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat ada 12 mal anggota yang buka hingga tengah malam pada momen Tahun Baru 2026. Diskon besar-besaran pun dihadirkan untuk menarik minat pengunjung untuk menyambut Tahun Baru 2026.

Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja mengatakan ada penyesuaian operasional menjelang momen pergantian tahun nantinya. Khususnya untuk mal yang mengadakan Late Nite Sale maupun perayaan Tahun Baru 2026.

"Ada 12 Pusat Perbelanjaan di Jakarta yang menyelenggarakan Late Nite Sale," kata Alphon, saat dihubungi Liputan6.com, Senin (29/12/2025).

Dia mengatakan, mayoritas tetap buka seperti biasa mulai dari 10.00-22.00 WIB. Khusus untuk 12 mal tadi, kemungkinan akan buka hingga tengah malam atau setelah pergantian tahun.

"Mayoritas Pusat Perbelanjaan beroperasi seperti biasa yaitu jam 10:00 - 22:00 kecuali beberapa Pusat Perbelanjaan yang mengadakan program Late Nite Shopping dan/atau perayaan tutup tahun biasanya tutup lebih lambat," tutur dia.

Guna menarik minat pengunjung dan sejalan program pemerintah, toko-toko di mal juga akan mengobral diskon besar-besaran. "Promo diskon yang diberikan sampai dengan 70%," ujar dia.

Masyarakat Belanja

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis target belanja masyarakat pada akhir 2025 bisa tembus hingga Rp 110 triliun. Angka tersebut bisa dicapai lewat berbagai program belanja yang digiatkan oleh pemerintah dan pelaku usaha. 

Hal tersebut dilontarkan Menko Airlangga saat dirinya menyambangi Pondok Indah Mall (PIM) 1, Jakarta Selatan pada Jumat, 26 Desember 2025. Turut hadir pada kesempatan itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Widiyanti Putri Wardhana, Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah, hingga Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja.

Airlangga memproyeksikan, program Belanja di Indonesia Saja (BINA) yang diselenggarakan oleh Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) hingga 4 Januari 2026 bisa meraup perputaran uang hingga Rp 30 triliun. 

"Kemudian sebelumnya kita ada program Harbolnas, itu juga sekitar Rp 35 triliun, dan ada Every Purchase is Cheap. Jadi sampai akhir tahun kita targetkan antara Rp 110 triliun dibelanjakan," ujar Menko Airlangga. 

Banyak Diskon

Optimisme itu keluar lantaran banyaknya panen diskon di berbagai gerai di pusat perbelanjaan. Menurut pantauannya di PIM 1, berbagai toko memasang diskon 50 persen, plus tambahan 25 persen hingga cashback 10 persen. 

"Jadi itulah yang didorong agar terjadi pertumbuhan ekonomi, maupun belanja masyarakat bisa meningkat. Mudah-mudahan acara ini bisa berjalan dengan lancar, dan mudah-mudahan ini juga akan mendorong kegiatan ekonomi," tuturnya. 

Airlangga juga mendorong para pekerja untuk bekerja di mall, alias work from mall (WFM). "Satu lagi, ini mall bukan hanya tempat berbelanja, tetapi bisa dimanfaatkan juga untuk kegiatan ekonomi atau bekerja," ungkapnya. 

 

Peduli Gig Economy

Pemerintah pusat juga tengah mendorong program gig economy dengan berkolaborasi bersama pemerintah provinsi (pemprov). Beberapa instansi seperti Pemprov DKI Jakarta disebut telah menyiapkan anggaran di 2026 untuk program tersebut. 

"Kita akan kerja di 15 provinsi, dan juga akan didukung oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang IT. Sehingga kalau yang bergerak di gig economy, butuhnya charger laptop, wifi, dan kopi. Itu semuanya ada di mall," pungkas Airlangga. 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6