Ekonomi Digital Indonesia Hampir Sentuh USD 100 Miliar, Video Commerce Jadi Mesin Pertumbuhan

Google menyebutkan, Indonesia masih menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Sektor ini menjadi penyumbang terbesar.

Diterbitkan 13 November 2025, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, mengungkapkan ekonomi digital Indonesia tetap menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan pertumbuhan dua digit di seluruh sektor. Pada 2025, nilai Gross Merchandise Value (GMV) ekonomi digital nasional diperkirakan mencapai USD 99 miliar, tumbuh 14% dibanding tahun sebelumnya.

"Indonesia masih menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dan GMV-nya kini hampir mencapai USD 100 miliar. Menariknya, sektor-sektor utama ekonomi digital kita semuanya mencatat pertumbuhan dua digit,” ujar Veronica dalam Media Briefing, Kamis (13/11/2025).

Sektor e-commerce tetap menjadi penyumbang terbesar dengan nilai GMV yang naik 14% menjadi USD 71 miliar pada 2025. Sementara itu, transportasi dan pesan-antar makanan mencatat pertumbuhan 13% ke USD 10 miliar, dan media online seperti gim, musik, serta video on-demand naik 16% ke USD 9 miliar.

Di sisi layanan keuangan digital (DFS), pertumbuhan juga tercatat tinggi di seluruh segmen. Nilai transaksi pembayaran digital (GTV) melonjak 27% menjadi USD 538 miliar, sedangkan saldo pinjaman online meningkat 29% menjadi USD 13 miliar.

"Skala transaksi digital payment kita sangat luar biasa dan menjadikan Indonesia sebagai pasar pembayaran digital terbesar di Asia Tenggara,” jelas Veronica.

Pertumbuhan paling mencolok datang dari video commerce, yang kini menjadi pendorong utama ekonomi digital Indonesia. Volume transaksi video commerce nasional naik 90% year-on-year, mencapai 2,6 miliar transaksi, dengan jumlah penjual tumbuh 75% menjadi 800 ribu di seluruh Indonesia.

Kategori fashion dan aksesori serta kecantikan dan perawatan diri menyumbang hampir 50% dari total GMV video commerce, dengan nilai pesanan rata-rata sekitar US$4,5–6 per transaksi.

Veronica menambahkan, Indonesia kini juga menjadi pasar gim terbesar di Asia Tenggara dengan kontribusi sekitar 40% dari total unduhan gim mobile dan 35% dari pendapatan gim di kawasan. Ia menilai momentum besar ekonomi digital ini perlu diikuti dengan inovasi dan dukungan investasi berkelanjutan untuk menjaga daya saing.

 

Google Cloud Ekspansi Jakarta Cloud Region, Dorong Ekonomi Digital di Indonesia

Sebelumnya, menjelang Google Cloud Summit Jakarta 2025, Google Cloud resmi mengumumkan ekspansi besar-besaran kapasitas komputasi Jakarta Cloud Region.

Langkah ini bukan hanya memperkuat infrastruktur digital nasional, tetapi juga menjadi katalis utama mempercepat adopsi AI berbasis cloud di seluruh sektor industri di Indonesia.

Jakarta Cloud Region terdiri dari pusat data berkapasitas besar yang saling terhubung dan berlokasi di dalam negeri, berfungsi sebagai “otak dan tulang punggung digital” bagi ribuan organisasi.

Di dalamnya terdapat server, chip silikon, perangkat penyimpanan, dan peralatan jaringan yang menghadirkan layanan berperforma tinggi.

Dengan migrasi dari sistem on-premises ke Google Cloud, perusahaan di Indonesia rata-rata menghemat lebih dari 20 persen biaya teknologi tahunan.

Penghematan ini kemudian dialihkan ke inisiatif strategis seperti pengembangan AI dan data analytics. 

“Google Cloud adalah pelopor dalam menghadirkan cloud computing di Indonesia dan telah mendorong pertumbuhan ekonomi digital selama lebih dari lima tahun,” ungkap Fanly Tanto, Country Director Google Cloud Indonesia dalam siaran pers yang diterima, Kamis (15/5/2025).

 

Dampak Ekonomi: Rp 900 Triliun dan Terus Bertambah

Sejak peluncurannya pada 2020, Jakarta Cloud Region telah memberikan kontribusi senilai Rp 900 triliun USD 55 miliar) bagi perekonomian nasional dan mendukung rata-rata 92.000 lapangan kerja per tahun.

Dalam lima tahun ke depan, angka tersebut diprediksi melonjak ke Rp 1.400 triliun (USD 88 miliar) dengan 240.000 lapangan kerja baru tiap tahun.

"Kami melangkah lebih jauh melalui inisiatif Bangkit Bersama AI yang mendukung visi Indonesia Emas 2045 dan Strategi Nasional untuk AI," tutur Fanly. 

Tidak hanya itu, Jakarta Cloud Region kini juga menjadi gerbang menuju platform AI terdepan milik Google Cloud seperti BigQuery dan Vertex AI.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6