Bos Danantara Sebut Masalah Utang Kereta Cepat Whoosh Tak Rumit

COO Danantara Dony Oskaria menuturkan, masalah utang proyek kereta cepat Whoosh dapat segera selesai.

Diterbitkan 23 Oktober 2025, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menargetkan solusi utang kereta cepat Whoosh bisa diselesaikan pada 2025. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria memandang persoalan utang itu bukan sesuatu yang rumit.

Atas pandangan itu, dia menargetkan persoalan utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung itu bisa segera selesai. Targetnya, pada penghujung 2025 ini, Danantara sudah menyepakati solusinya.

"Harus selesai, dan kami pastikan selesai (tahun ini). Itu masalah yang menurut saya ya enggak terlalu sulit sebenarnya secara korporasi," kata Dony, ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Dia menilai, secara kinerja operasional dan keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terbilang positif. Hanya soal utang proyek yang masih mengganjal. 

Meski memandang bukan soal rumit, Dony masih terus mempelajari sejumlah opsi penyelesaiannya. Hal ini masih terus dibahas di internal Danantara.

"Karena secara korporasi kan perusahaannya EBITDA positif. Tinggal masalah cicilannya mau bagaimana, itu saja. Jadi enggak rumit dan pasti akan kita selesaikan," tutur dia.

Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Atas kinerja perusahaan itu, Dony meminta masyarakat tak perlu khawatir soal penyelesaian utang Kereta Cepat Whoosh. Negosiasi masih akan terus dilakukan untuk meringankan beban utang tersebut.

"Perlu dikomunikasikan kepada masyarakat tidak usah khawatir bahwa Whoosh ini memberikan manfaat banyak ya. Memberikan manfaat terutama sekali transportasi. Sehari itu sekarang kurang lebih 20-30 ribu penumpang yang kita layani. Dan itu akan terus kita tingkatkan kualitas pelayanannya," jelas dia.

"Dan mengenai penyelesaian keuangan, menurut saya itu kan hanya opsi saja, tetapi yang paling penting kita sampaikan kepada masyarakat bahwa secara operasional KCIC itu sudah membukukan positif," tambah Kepala Badan Pengaturan BUMN ini.

 

Respons Luhut Pandjaitan

Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan proses restrukturisasi utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh terus berjalan. 

Ia mengungkapkan, saat ini prosesnya tengah disiapkan dan hanya menunggu keputusan presiden (Kepres) untuk pembentukan tim khusus yang akan menangani persoalan tersebut.

"Ya itu tinggal restruturisasinya. Sekarang sedang dikerjakan dari kantor saya, yang paham betul mengenai itu. Dan tadi pagi saya tanya, kita tinggal nunggu kepres saja. Ada kepres dari presiden mengenai timnya,” kata Ketua DEN Luhut dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

 

Tangani Bersama Danantara

Luhut juga menuturkan telah berkoordinasi dengan CEO Danantara, Rosan Roeslani, agar penanganan restrukturisasi ini bisa berjalan berkelanjutan.

Ia menyebut, karena dirinya sempat menangani proyek ini sebelumnya, maka langkah koordinatif diperlukan agar transisi penanganan berjalan lancar.

"Dan saya sudah koordinasi dengan Pak Rosan (CEO Danantara) Karena dulu saya yang nanganin, jadi supaya berlanjut saya sudah beritahu Pak Rosan. Dan Pak Rosan juga sudah sepakat untuk segera kita tangani bersama-sama,” ujarnya.

 

 

Investasi Proyek KCIC

Total investasi proyek KCIC mencapai sekitar USD 7,27 miliar atau setara Rp 120,38 triliun, dengan sekitar 75 persen dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan bunga 2 persen per tahun.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6