Prabowo Pamer Kesuksesan Jalin Perjanjian Dagang Internasional

Presiden Prabowo Subianto menuturkan, Indonesia terus mendapatkan pengakuan internasional setelah gabung dengan BRICS.

Diperbarui 15 Agustus 2025, 16:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memamerkan keberhasilan Indonesia dalam menjalin kesepakatan dagang dengan beberapa negara luar. Diawali dengan bergabungnya Indonesia menjadi negara ke-10 dalam kelompok ekonomi BRICS pada Januari 2025 lalu. 

"Kami putuskan Indonesia bergabung dengan BRICS," ujar Prabowo diiringi tepuk tangan dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2025, Jumat (15/8/2025).

Prabowo mengklaim Indonesia terus mendapatkan pengakuan internasional setelahnya. Mulai dari menjadi tamu kehormatan di Perayaan Kemerdekaan India, hingga pada Hari Nasional Perancis. 

Teranyar, Indonesia juga telah menuntaskan kesepakatan politik dengan Uni Eropa dalam Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). 

"Kami juga berhasil menyelesaikan perundingan dagang Uni Eropa dengan Indonesia, CEPA, yaitu Comprehensive Economic Partnership Agreement yang sebenarnya adalah Free Trade Agreement, di mana kita bisa akses pasar Eropa dengan tarif 0 (persen)," terangnya. 

Lewat modal-modal tersebut, Prabowo pun pede untuk terus merayu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, demi mendapat tarif impor 0 persen untuk beberapa produk. "Kita juga berunding dengan Amerika," ungkapnya. 

Kesepakatan IEU-CEPA

Pada awal Agustus lalu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengabarkan, Indonesia bakal menyelesaikan sejumlah perjanjian dagang dengan beberapa negara mitra pada tahun ini. Menyusul penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang telah disepakati. 

"Jadi tahun ini banyak perjanjian dagang yang bisa kita selesaikan, kita tandatangani. Dengan harapan pasar kita, ekspor kita semakin besar, semakin meningkat ke negara-negara di dunia," kata Mendag di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta beberapa waktu lalu. 

Adapun pada Agustus 2025 ini, Indonesia telah menandatangani perjanjian bilateral dengan Peru melalui skema Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA).

 

Dengan Kanada dan Eurasia

Selanjutnya, Indonesia juga bakal meneken perjanjian lain dengan beberapa negara lain, yakni Kanada (ICA-CEPA) dan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Area (I-EAEU FTA).

"Kemudian Kanada, mudah-mudahan akhir tahun bisa ditandatangani, Indonesia-Canada CEPA. Kemudian Eurasia tahun ini tanda tangan," tutur Mendag.

Indonesia dan Eurasia sendiri telah menyepakati skema perdagangan bebas, melalui skema Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Usai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuntaskannya bersama Menteri Perdagangan Komisi Uni Ekonomi Eurasia, Andrey Slepnev.

 

 

IP CEPA Resmi Diteken

Sebelumnya, Indonesia dan Peru resmi menyepakati Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (IP-CEPA). Perjanjian ini ditandantangani saat Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra di Istana Merdeka Jakarta, Senin (11/8/2025).

Prabowo dan Presiden Dina Boluarte menyaksikan langsung penandatangan kerja sama. Dokumen tersebut ditunjukkan oleh Menteri Perdagangan RI Budi Santoso usai pertemuan bilateral.

"Saya menyambut dengan sangat hangat penandatanganan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Peru CEPA Comprehensive Economy Partnership Agreement," kata Prabowo saat menyampaikan pernyataan pers bersama usai bilateral dengan Presiden Dina Boluarte di Istana Merdeka Jakarta, Senin (10/8/2025).

Perluas Akses Pasar

Menurut dia, IP-CEPA akan memperluas akses pasar dan meningkatkan aktivitas perdagangan Indonesia-Peru. Prabowo mengapresiasi cepatnya proses perundingan IP-CEPA yang hanya memakan waktu 14 bulan.

"Perjanjian ini akan memperluas akses pasar serta meningkatkan aktivitas perdagangan kedua negara, biasanya perundingan ini memakan waktu bertahun-tahun, kita Peru dan Indonesia berhasil dalam 14 bulan kita selesaikan perjanjian ini," jelasnya."Di semua sektor kita akan kerjasama untuk meningkatkan perdagangan diantara kedua negara kita," sambung Prabowo.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6