Berkat Transformasi Digital dan Diversifikasi Bisnis, PLN Masuk Fortune Global 500

PLN mencatat sejarah sebagai perusahaan Indonesia pertama yang masuk Fortune Global 500 2025 berkat transformasi digital dan strategi bisnis beyond kWh.

Diterbitkan 12 Agustus 2025, 11:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) berhasil mencatatkan namanya di daftar Fortune Global 500 tahun 2025 sebagai salah satu perusahaan dengan pendapatan terbesar di dunia.

Prestasi ini menjadi bukti hasil dari transformasi digital menyeluruh dan strategi diversifikasi bisnis yang mendorong pendapatan dari sektor di luar kelistrikan atau dikenal dengan konsep beyond kWh.

Pada 2024, PLN mencatat pendapatan beyond kWh sebesar Rp 13,23 triliun, meningkat 28,69% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 10,28 triliun.

Pendapatan ini berasal dari berbagai sektor, seperti layanan jaringan dan telekomunikasi Iconnet, energi terbarukan lewat Renewable Energy Certificate (REC), pengembangan infrastruktur kendaraan listrik (EV), jasa pemeliharaan, layanan digital berbasis energi, hingga platform smart grid dan sistem manajemen energi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan pencapaian ini menunjukkan keberhasilan transformasi yang dijalankan perusahaan sehingga mampu mendorong pertumbuhan pendapatan.

“Prestasi ini merupakan bukti keberhasilan transformasi digital dan beyond kWh yang kami jalankan. Ini bukan hanya pengakuan terhadap skala usaha kami, tetapi juga daya saing dan ketahanan bisnis PLN menghadapi dinamika global,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Selasa (12/8/2025).

 

Transformasi Digital

PLN terus mempercepat transformasi digital di seluruh lini bisnis guna meningkatkan efisiensi operasional, keandalan pasokan, dan kualitas layanan pelanggan. Langkah ini juga mendukung agenda transisi energi nasional sekaligus memperkuat posisi PLN sebagai penggerak utama elektrifikasi dan dekarbonisasi di Indonesia.

Menurut Darmawan, transformasi digital bukan sekadar penggunaan teknologi, tapi juga perubahan kultur, proses kerja, dan model layanan untuk menghadapi tantangan energi masa depan.

“Transformasi digital PLN adalah pilar utama dalam mempercepat elektrifikasi, memperluas energi bersih, dan membangun layanan pelanggan yang modern, efisien, dan terkoneksi secara real-time. PLN harus hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tapi juga sebagai penyedia solusi energi,” katanya.

 

Strategi Beyond kWh

Selain itu, PLN juga terus mengembangkan strategi beyond kWh sebagai bagian dari transformasi bisnis yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus menjawab kebutuhan energi yang semakin kompleks. Strategi ini menandai transisi PLN dari penyedia listrik menjadi penyedia solusi energi terintegrasi berbasis teknologi, inovasi, dan keberlanjutan.

“Strategi beyond kWh adalah lompatan besar PLN dalam mengubah model bisnis menjadi lebih customer-centric dan berorientasi solusi. Kami tidak hanya menyalurkan listrik, tapi menghadirkan nilai, efisiensi, dan kemudahan bagi pelanggan dalam mengelola energi mereka,” tambah Darmawan.

Darmawan juga menegaskan bahwa strategi beyond kWh sejalan dengan visi PLN menjadi perusahaan Energy as a Service (EaaS), di mana pelanggan mendapatkan layanan menyeluruh mulai dari pembangkitan, manajemen beban, efisiensi, hingga transisi ke energi hijau. Ke depan, PLN akan terus memperluas kontribusi beyond kWh melalui pengembangan produk berbasis Internet of Things (IoT), smart metering, serta membangun ekosistem energi berbasis komunitas dan industri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6