Kereta Cepat Whoosh Terlambat 40 Menit karena Tabrak Biawak

Kereta cepat Whoosh relasi Tegalluar–Halim sempat tertunda 40 menit setelah menabrak biawak di jalur Padalarang–Karawang. Apa langkah mitigasi pengelola?

Diterbitkan 26 Juli 2025, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengonfirmasi bahwa layanan kereta cepat Whoosh relasi Tegalluar Summarecon – Halim Jakarta mengalami keterlambatan hingga 40 menit. Penyebabnya adalah insiden tak terduga: kereta menabrak seekor biawak yang berada di lintasan.

“Whoosh mengalami keterlambatan sekitar 40 menit akibat menabrak seekor hewan di KM 86+200 antara Stasiun Padalarang dan Karawang pada pukul 14.32 WIB. Sesaat setelah kejadian, petugas segera turun dan menemukan bahwa hewan yang tertabrak adalah seekor biawak,” ujar Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti dikutip dari Antara, Sabtu (26/7/2025). 

Emir menjelaskan, insiden terjadi saat kereta tengah melaju dalam kecepatan tinggi. Tim teknis KCIC segera melakukan pemeriksaan menyeluruh pada bagian bawah rangka kereta guna memastikan tidak ada kerusakan atau komponen yang terdampak benturan.

Selain pemeriksaan teknis, KCIC juga langsung membersihkan bangkai hewan dan mensterilkan lintasan guna memastikan perjalanan bisa dilanjutkan dengan aman.

“Setelah seluruh prosedur dinyatakan aman, kereta kembali melanjutkan perjalanan seperti biasa,” jelas Emir.

KCIC pun menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan serta ketepatan waktu tetap menjadi prioritas utama dalam operasional Whoosh.

 

Sudah Terjadi 10 Insiden Serupa

Lebih lanjut, Emir mengungkapkan bahwa sepanjang semester pertama 2025, telah terjadi sedikitnya 10 insiden serupa di jalur Padalarang–Karawang. Jalur ini memang melintasi kawasan dengan vegetasi cukup lebat—terdiri dari semak, hutan kecil, dan saluran air terbuka—yang merupakan habitat alami satwa liar seperti biawak.

Sebagai bentuk antisipasi, KCIC telah memasang pagar pengaman di sepanjang rel dan memperkecil celah yang memungkinkan hewan liar masuk ke jalur kereta.

Selain itu, patroli rutin serta pembersihan vegetasi di sekitar lintasan juga terus dilakukan untuk meminimalkan gangguan serupa di masa depan.

“Upaya-upaya ini terus kami lakukan sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan dan keandalan operasional kereta cepat Whoosh,” tutup Emir.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6