Sukses

Sri Mulyani, Diobok di Negeri Sendiri Gemilang di Luar Negeri

Terperosok di dalam negeri, nama Sri Mulyani justru melambung di luar negeri Untuk yang kesekian kalinya, Sri Mulyani Indrawati masuk dalam jajaran wanita paling berpengaruh di dunia dari majalah ekonomi ternama Forbes.

Berawal pada 2008, mantan Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I ini untuk pertama kalinya masuk dalam daftar tahunan Forbes tersebut.

"Pendekatan reformis yang dilakukan Sri Mulayani membuat banyak musuh dan kritikus menilai kehadirannya di Bank Dunia merupakan buah hasil dari tekanan politik," ungkap Laporan Forbes pada Agustus 2011 seperti dikutip Liputan6.com, Kamis (22/5/2013).

Karier Sri Mulyani di jajaran birokrasi pada awalnya memang berjalan mulus. Wanita yang sebelumnya pernah bekerja di Dana Moneter Internasional (IMF) dianggap sukses melakukan reformasi di lingkungan Kementerian Keuangan.

Tak Segan Pecat PNS

Sri Mulyani bahkan dianggap berhasil mengubah citra buruk Ditjen Pajak dan Bea Cukai yang sebelumnya dituding menjadi sarang korupsi.

Di bawah kepemimpinannya, Sri Mulyani tak segan mengganti bahkan memecat para pegawai yang terbukti terlibat dalam masalah hukum.

Di bidang keuangan dan moneter, sepak terjang Sri Mulyani juga diakui kalangan dunia internasional. Forbes menilai, Indonesia untuk pertama kalinya bisa mengantongi cadangan devisa hingga US$ 50 miliar, serta memangkas utang hingga separuhnya.

Tak hanya itu, Sri Mulyani juga dianggap sebagai salah satu orang yang mengimplementasikan kenaikan pendapatan pegawai negeri sipil guna mencegah terjadinya aksi suap-menyuap.

Atasi Krisis di Dalam Negeri

Di tengah krisis yang menerpa dunia, Sri Mulyani menunjukan kepiawaiannya sebagai Menkeu. Di saat negara-negara dunia terpuruk dalam krisis, Indonesia bersama India dan China justru tampil sebagai negara yang mampu mencatat pertumbuhan ekonomi. Dari sinilah, nama Indonesia mulai menyita perhatian dunia.

Kinerja yang mengesankan tersebut membuat Bank Dunia dan negara-negara kelas menengah memalingkan perhatiannya pada Indonesia. Sri Mulyani diharapkan mampu melakukan reformasi yang sama di organisasi sekelas Bank Dunia seperti ketika menjabat Menkeu pada 2005-2010.

Diobok-obok Kasus Century

Namun karier cemerlang Sri Mulyani mulai ternoda ketika kasus penutupan Bank Century mencuat ke permukaan. Sebagai Menkeu, dirinya dianggap bertanggungjawab terhadap penyaluran dana talangan yang mencapai Rp 6,7 triliun.

Isu Bank Century pun bergerak makin kencang karena dana talangan yang diberikan bertujuan untuk menyelamatkan sejumlah aset-aset milik segelintir orang. Kasus Century akhirnya menjadi komoditas politik.

Goncangan besar kasus Century menemui puncaknya ketika Sri Mulyani akhirnya mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Keputusan ini diambil setelah Sri Mulyani memperoleh tawaran dari Bank Dunia untuk menjabat sebagai Managing Director menggantikan Juan Jose Daboub.

Tekanan Indonesia kepada Sri Mulyani terkait kasus Bank Century ternyata belum berakhir begitu saja. Meski sudah lima tahun berlalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diketahui sempat menyambangi Sri Mulyani di kantornya di Washington, Amerika Serikat untuk meminta informasi terkait kasus tersebut.

Cemerlang di Negara Orang

Terperosok di dalam negeri, nama Sri Mulyani justru melambung di luar negeri. Pindahnya Sri Mulyani ke Bank Dunia justru memunculkan anggapan Indonesia's loss and World's gain atau kehilangan besar Indonesia dan keuntungan bagi dunia.

Kebesaran nama Sri Mulyani di luar negeri mulai tercium ketika namanya masuk dalam daftar 100 wanita berpengaruh dunia versi Forbes pada 2008. Kala itu, Sri Mulyani masih menjabat sebagai Menkeu.

Di tahun sebelumnya, kiprah Sri Mulyani di dunia moneter juga sudah mendapat pengakuan dari majalan Emerging Markets yang menobatkannya sebagai Menteri Keuangan Asia Terbaik. Predikat yang sama diperolehnya setahun kemudian.

Sementara di daftar Forbes, nama Sri Mulyani sudah mulai masuk daftar Wnaita Paling Berpengaruh di Dunia pada 2008. Setelah saat ini, Sri Mulyani terus bercokol dalam daftar tersebut.

Mungkinkan anggapan bahwa Indonesia Kehilangan dan Dunia Beruntung memang benar adanya? (Shd/*)

    JOKOWI: TAK ADA YANG TAKUTI KECUALI ALLAH DALAM MEMIMPIN

    Tutup Video