Sukses

Kenalkan Miliarder Baru India Hari Krishan Agarwal, Tukang Sepatu Olahraga

Liputan6.com, Jakarta Di tengah gejolak pasar saham, India telah berhasil mencetak miliarder baru. Salah satunya Hari Krishan Agarwal yang mendirikan perusahaan sepatu olahraga Campus Activewear.

Hari Krishan Agarwal, yang kini berusia 66 tahun dan menjadi pendiri Campus Activewear yang berbasis di Delhi, memasuki klub miliarder setelah IPO perusahaan sepatu olahraganya.

Saham Campus Activewear terdaftar dengan harga premium 23 persen dari harga IPO. Sebanyak 74 persen saham Agarwal sekarang bernilai sekitar USD 1 miliar.

Kariernya di dunia kewirausahaan ini dimulai sejak 1983. Saat itu ia mendirikan merek sepatu olahraga “Action", Adidas dan Puma, yang menjual sepatu olahraga seharga lebih dari USD 35.

“Dia memanfaatkan kekosongan besar di pasar sepatu olahraga India—dalam kisaran harga USD 10 hingga USD 40,” kata kepala keuangan Campus Raman Chawla seperti melansir Forbes, Selasa (6/12/2022).

Di samping itu, pada laporan April 2022, perusahaan konsultan Gurgaon Technopak mencatat bahwa pada tahun fiskal 2021, Campus menjadi pemain terbesar India dalam segmen olahraga dan atletik bermerek.

Baik dalam nilai maupun jumlah sepatu. Ini memiliki pangsa pasar 17 persen berdasarkan nilai dan hampir 25 persen berdasarkan volume.

Terhitung Campus sudah menjual hingga 13 juta pasang pada tahun 2021, menghasilkan pendapatan sebesar USD 94 juta. Angka tersebut sedikit menurun dari pendapatan tahun sebelumnya sebesar USD 95 juta karena pandemi.

Akan tetapi, penjualan kembali meningkat sehingga mencatatkan pendapatan sebesar USD 111 juta untuk sembilan bulan yang berakhir pada Desember 2021.

Analis memperkirakan Campus lokal akan mendapat manfaat lebih lanjut karena sepatu olahraga adalah segmen dengan pertumbuhan tercepat dalam sektor alas kaki.

Selain itu, mereka juga berpendapat bahwa permintaan akan sepatu semacam itu siap untuk terus meningkat. Pengeluaran per kapita untuk produk olahraga di India hanya USD 1,9 berbanding USD 33,8 di Cina dan USD 227,3 di AS, menurut Technopak.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Potensi Pertumbuhan

Potensi pertumbuhan ini akhirnya mampu menarik perusahaan ekuitas swasta TPG dan miliarder Anil Rai Gupta, yang mengendalikan produsen barang-barang elektronik Havells.

Mereka berinvestasi di Campus pada tahun 2018 dan terus memegang saham masing-masing sebesar 7,6 dan 2 persen, bahkan setelah menjual sebagian saham mereka di IPO.

“Athleisure adalah segmen yang sangat kurang ditembus,” kata analis riset di rumah investasi Motilal Oswal di Mumbai Sneha Poddar.

Di samping itu, Campus juga memperluas jangkauan geografisnya. Pasar utama Campus terdiri dari kota-kota kecil di India utara dan timur, tetapi sekarang sedang mencari metro yang lebih besar dan membangun jejak nasional.

“Selain itu, memperluas jangkauan produk dari sepatu olahraga hingga sepatu kasual juga,” tambah Poddar.

 

3 dari 3 halaman

Kesuksesan Industri Alas Kaki India

Meskipun go public, Campus tetap menjadi urusan keluarga. Putra Agarwal, Nikhil Aggarwal, yang menjadi seorang insinyur industri dari Universitas Purdue, mulai bekerja di Campus pada tahun 2008. Dia juga menjadi CEO sembilan tahun kemudian.

Sementara istri Nikhil, Prerna, menjadi kepala petugas pemasaran. Istri pendiri, Vinod Agarwal, yang sebelumnya memimpin inisiatif rantai pasokan dan jaringan perakit sepatu olahraga Campus, berada di dewan hingga September 2021.

Pertumbuhan ini tak dirasakan keluarga Agarwal. Meski ada beberapa industri alas kaki India lainnya yang juga bernasib baik.

Perusahaan alas kaki senilai USD 9 miliar telah melahirkan tiga miliarder dalam beberapa tahun terakhir. Selain Krishan Agarwal, ada dua orang bersaudara Mukand Lal Dua dan Ramesh Kumar Dua yang berbasis di Delhi menjalankan Relaxo Footwear dengan pendapatan senilai USD 350 juta. Mereka menjual segala jenis alas kaki mulai dari sandal kasual hingga sepatu formal.

Selain itu, ada pula Rafique Malik, yang meraup pendapatan hingga USD 107 juta dari Metro Brands yang berbasis di Mumbai Desember lalu.

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS