Sukses

Pendapatan Siloam International Hospitals Diprediksi Capai Rp 8,48 Triliun di 2022

Liputan6.com, Jakarta - Pendapatan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) diperkirakan akan terus bertumbuh pada 2022 meskipun pasien Covid-19 menurun. Bahkan, konsensus para analis memproyeksikan Siloam International Hospitals akan mampu membukukan pendapatan Rp 8,48 triliun di 2022.

Berdasarkan konsensus analis Bloomberg diperkirakan SILO akan meraih laba bersih Rp 477,69 miliar dan EBITDA sebesar Rp 1,83 triliun pada 2022. Hal ini tentu saja berimbas positif terhadap PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sebagai pemegang saham utama dengan kepemilikan 57,9 persen dari sebelumnya 55,4 persen.

Sementara itu, pada Kuartal I 2022, Siloam International Hospitals meraih pendapatan Rp 2,2 triliun didukung peningkatan jumlah pasien meskipun pasien Covid-19 menurun. Jumlah pasien rawat inap mencapai lebih dari 51.000 pasien per Maret 2022, meningkat 26,2 persen YoY (year on year), dan pasien rawat jalan 699 ribu pasien, naik 28,3 persen YoY.

Pada Kamis 16 Juni 2022, Siloam International Hospitals juga meresmikan Labuan Bajo International Medical Center (LBIMC) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini merupakan fasilitas kesehatan ke-2 yang dibangun oleh SILO di NTT. Sebelumnya, pada 2016, Siloam International Hospitals terlebih dahulu mendirikan RS Siloam Labuan Bajo.

Pada Kuartal I 2022, Siloam International Hospitals juga membuka rumah sakit franchise pertama di Holland Village, yaitu Siloam Hospitals Agora.

Melalui model bisnis ini, investor menggunakan modal mereka untuk membangun dan melengkapi fasilitas rumah sakit, dan SILO akan berperan sebagai pengelola. Oleh karena itu, SILO dapat menghasilkan pendapatan tambahan tanpa risiko investasi. 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Komitmen Lippo Karawaci

Presiden Komisaris Siloam International Hospitals sekaligus CEO Lippo Karawaci John Riady menegaskan komitmen untuk terus melanjutkan ekspansi bisnis di sektor kesehatan untuk menopang pelayanan kesehatan, pembangunan nasional, dan peningkatan ekonomi masyarakat.

"Ke depan, SILO tetap melanjutkan upaya menambah jumlah 41 jaringan rumah sakit eksisting. Secara makro saat ini dengan populasi yang sangat besar, Indonesia membutuhkan industri kesehatan yang bisa menjangkau lebih luas dan lebih berkualitas lagi," tegasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/6/2022).

John menambahkan bahwa SILO juga tengah mengembangkan berbagai layanan berbasis digital, salah satunya adalah MySiloam dan telehealth yang terhubung dengan 1.000 orang dokter. Hal ini mempertegas langkah SILO untuk terus ekspansif dan memperkuat inovasi.

"SILO juga bekerja sama dengan platform lain seperti AIDO, HaloDoc, dan Alodokter. Ekspansi digital ini akan memerluas penetrasi pasar Siloam."

 

3 dari 3 halaman

Siap-Siap, Siloam Tebar Dividen Rp 250 Miliar

PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menyepakati akan menebar dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp 250 miliar atau setara dengan Rp 19.3 perlembar saham.

"Net profit perusahaan pada tahun 2021 sebesar Rp 700 miliar, dibagikan 35,7 persen jadi Rp 250 miliar," ungkap Presiden Direktur PT Siloam International Hospitals Tbk Darjoto Setyawan dalam public Expose di Aryaduta Karawaci, Kabupaten Tangerang, Selasa (31/5/2022).

Dalam RUPS Tahunan tersebut juga dibahas mengenai Capex perusahaan sebesar Rp 1 triliun, hal ini diperuntukan pembelajaan peningkatan alat kesehatan penunjang pemeriksaan pasien.

"2 sampai 3 persen untuk maintenance setiap rumah sakit, lalu sisanya untuk pengadaan dan pembaruan alat canggih untuk menunjang pemeriksaan pasien," ungkap Daniel Phua Direktur PT Siloam Internasional Hospitals Tbk.

Perusahaan pun mencatatkan pendapatan pada 2021 lebih meningkat 33 persen dibanding 2020, menjadi Rp 7,6 triliun. Lalu, untuk laba bersih meningkat 459 persen pada 2021 menjadi Rp 700 miliar.

Untuk marjin laba bersih naik 9 persen, dari sebelumnya 2 persen. Margin EBITDA pada 1Q2022 tetap berada di angka 23,4 persen dengan 190 poin lebih rendah dibandingkan dengan 25,3 persen pada 1Q2021. Laba bersih Siloam pada 1Q2022 adalah Rp102 miliar, menurun 32,1 persen dibandingkan dengan 1Q2021.

"Nah, untuk tahun ini di 2022, kami menargetkan sama seperti 2021. Karena kami optimis pandemi sudah berlalu berganti menuju endemi, performa perusahaan masih terus membaik," ungkapnya.