Sukses

PMN Waskita Karya Rp 3 T Buat Selesaikan 2 Proyek Tol Disetujui

Liputan6.com, Jakarta - Komisi VI DPR RI setuju pemberian tambahan modal melalui mekanisme penyertaan modal negara (PMN) untuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebesar Rp 3 triliun di 2022. Tambahan modal ini untuk menyelesaikan 2 proyek.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima menjelaskan, PMN yang diberikan kepada Waskita Karya akan digunaan untuk menyelesaikan dua proyek tol yakni Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung dan Bogor-Ciawi-Sukabumi.

"Komisi VI DPR memahami penjelasan PT Waskita Karya terkait realisasi penyertaan modal negara tahun 2021, serta mendorong PMN 2022 yang akan diterima dipergunakan sesuai peruntukannya, yaitu modal kerja penyelesaian proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung dan Bogor-Ciawi-Sukabumi," ujarnya dikutip dari Antara, Senin (27/6/2022). 

Komisi VI DPR juga meminta Waskita melakukan perbaikan dan monitoring ketat terkait rencana restrukturisasi perusahaan, mengingat proses restrukturisasi dibiayai dengan menggunakan dana right issue, termasuk PMN.

Dalam rapat tersebut, Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono meminta perizinan DPR untuk penambahan modal berupa PMN senilai Rp3 triliun.

"Tahun 2022, Waskita mengajukan PMN Rp 3 triliun. Dengan rencana penggunaannya adalah untuk menyelesaikan proyek Tol Kayu Agung-Palembang-Betung dan Tol Ciawi-Sukabumi," ujarnya.

Destiawan merinci anggaran tambahan ini dialokasikan untuk proyek Tol Kayu Agung-Palembang-Betung senilai Rp 2 triliun dan Tol Ciawi-Sukabumi Rp996 miliar.

Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung memiliki panjang 111 kilometer dengan nilai investasi Rp 22,1 triliun.

Sementara, Tol Ciawi-Sukabumi memiliki panjang 38 km dengan nilai investasi Rp 11,7 triliun.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

5 Jalan Tol Waskita Karya Dilego di 2022, Ini Daftarnya

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan melakukan divestasi atau menjual tol yang di tahun 2022. Langkah ini diperlukan untuk memperbaiki kinerja keuangan Perseroan.

Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono mencatat, ada lima (5) tol yang akan di lepas pada tahun. Pihaknya, mentaksir besaran nilai dana segar atas penjualan tol tersebut mencapai Rp 2,98 triliun.

"Jadi, kami merencanakan divestasi sebesar Rp2,98 triliun untuk lima ruas," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR 1, Jakarta, Senin (27/6).

Dalam bahan paparannya kelima tol tersebut ialah, PT Semesta Marga Raya (SMR) sebesar Rp 471 miliar, PT Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR) sebesar Rp 1,1 triliun. Kemudian, PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol (TJPJT) sebesar Rp 359 miliar, PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR) sebesar Rp 583 miliar, PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) sebesar Rp 306 miliar, dan PT JSN (kompensasi) sebesar Rp 161 miliar.

Meski begitu, Destiawan memastikan transaksi divestasi tol belum terjadi hingga Mei 2022. Proses lego jalan tol sendiri dijadwalkan dimulai bulan Juni ini.

"Sampai Mei ini belum terjadi (divestasi), direncanakan pada akhir Juni ini untuk JJT diambil alih SMI kita akan lakukan penandatanganan kesepakatan," tutupnya.

 

3 dari 3 halaman

Waskita Karya Rombak Susunan Komisaris, Badrodin Haiti dan Fadjroel Rachman Diganti

Sebelumnya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) merombak susunan komisaris. Perombakan tersebut disetujui oleh pemegang saham Waskita Karya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Kamis 16 Juni 2022.

Dalam RUPST tersebut terdapat 10 agenda dan salah satunya adalah persetujuan mengenai perubahan susunan pengurus. Ditetapkan Komisaris Utama/Komisaris Independen adalah Heru Winarko. Posisi Heru Winarko ini menggantikan Badrodin Haiti.

BACA JUGA:Hasil RUPST Waskita Karya Rombak Susunan Pengurus Selain itu komisaris lain yang diganti adalah Bambang Setyo Wahyudi dan Fadjroel Rachman yang diganti dengan Muhammad Salim dan I Gde Made Kartikajaya.

Sedangkan komisaris yang tidak diganti adalah Muradi, T Iskandar, Dedy Syarif Usman, dan Ahmad Erani Yustika.

Dengan pergantian tersebut maka susunan komisaris baru Waskita Karya menjadi:

- Komisaris Utama/Komisaris Independen : Heru Winarko

- Komisaris Independen : Muhammad Salim

- Komisaris Independen : Muradi

- Komisaris : T. Iskandar

- Komisaris : Dedy Syarif Usman

- Komisaris : Ahmad Erani Yustika

- Komisaris : I Gde Made Kartikajaya.