Sukses

3 Kesepakatan Tingkat Menteri di Pertemuan Internasional soal Sanitasi dan Air Minum

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perencanaan Pembangunan/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengungkap tiga kesepakatan dalam forum tingkat menteri terkait akses sanitasi dan air minum. Ini sebagai bukti perhatian serius dalam penyediaan akses kepada masyarakat.

Ia menyebut setidaknya ada tiga kesepatakan yang diambil dalam forum Sectors' Ministers Meeting Sanitation and Water for All 2022 yang digelar 18-19 Mei 2022.

Pertama, perlunya prioritas yang lebih besar terhadap sektor sanitasi, air minum dan izin dalam rencana nasional, regional dan global serta semua sektor.

Kedua, perlunya proses yang transparan dan partisipatif untuk menjamin pembangunan yang berkelanjutan. Sebagai landasan untuk mencapai kemajuan di bidang air minum dan sanitasi yang bermanfaat bagi semua.

Ketiga, perlunya mengindetifikasi lingkungan yang mendukung yang meliputi struktur peraturan tatakelola yang baik, peraturan dan kebijakan strategis yang sesuai.

 “Serta pengaturan kelembagaan untuk perencanaan investasi, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi,” katanya saat membuka Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional 2022, Rabu (25/5/2022).

Ia menyampaikan, dalam penyediaan akses sanitasi dan air minum perlu memperhatikan akses layak dan aman bagi masyarakat.

“Tentu sangat diharapkan semangat kita semua dalam pembangunan air minum dan sanitasi yang sudah dibangun sebagaimana menurut gagasan yang disampaikan tadi dapat kita teruskan di tingkat nasional bahkan samai tingkat kabupaten kota dan tingkat rumah tangga kita semua,” paparnya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Wanti-Wanti Kepala Daerah

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mewanti-wanti peran penting kepala daerah dalam menjamin ketersediaan air minum dan sanitasi di masyarakat. Ia ingin memastikan perhatian terhadap infrastruktur sektor ini menjadi hal penting.

Ia memandang Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2022 menjadi wadah penting dalam memperkuat profil sanitasi dan air minum. Ini sekaligus jadi wadah untuk mendiskusikan segala masalah utama dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat.

“Saya kira memang untuk penyediaan air minum yang sebagaimana ditingkatkan akses keamanan dan akses aman ini jawaban yang paling penting itu terletak di bahu para pemimpin di daerah,” katanya saat membuka KASN 2022, Rabu (25/5/2022).

 

3 dari 4 halaman

Infrastruktur Penting

Infrastruktur sanitasi dan air minum ini, menurutnya jadi satu aspek infrastruktur yang penting. Disamping akses jalan hingga gedung-gedung di perkotaan. Ia juga melihat adanya ancaman jika sanitasi dan air minum ini tidak tertangani dengan baik.

“seringkali kalau infrastruktur yang dilihat itu, jalan, gedung, padahal dari pengalaman kita saat pandemi, ketersediaan air itu menunjukkan (sebuah) ancaman. Kalau sekarang kita dihadapkan dengan hepatitis, kita lihat juga penyakit menular yang ada di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia,” terangnya.

“dan salah satu persoalannya adalah air bersih terutama penyediaan air minumnya,” imbuh dia.

Dalam hal ini, ia kembali menekankan peran kepala daerah untuk bisa memastikan hal itu. Tujuannya, untuk mengurangi risiko yang berbahaya bagi masyarakat.

“Saya kira saya mengajak bupati, walikota, untuk memberikan perhatian, atensi yang luar biasa hal-hal soal air ini, sebagaimana juga dalam infrastruktur pelayanan dasar lainnya,” kata dia.

 

4 dari 4 halaman

Indikator SDGs

Pada kesempatan yang sama, Suharso mengungkap peningkatan akses air minum dan sanitasi ayng layak dan aman merupakan salah satu indikator dari Sustainable Development Goals (SDGs). Bahkan ini telah menjadi bagian penting dalam penyediaan infrastruktur yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“dan sejalan dengan visi Indonesia 2045, transformasi ekonomi didukung pembangunan SDM dimana didalamnya penyediaan air minum dan sanitasi berperan penting, sehingga kita bisa menyelamatkan masyarakat dan bangsa dari ketersediaan air yang tak memenuhi syarat,” tuturnya.

Lagi-lagi, Suharso menyampaikan, pandemi menjadi satu cermin penting dalam menyediakan fasilitas air minum dan sanitasi yang memadai di rumah tangga. Maka ia memandang masalah yang meliputi harus bisa diselesaikan.

“Karena itu perlu diselesaikan secara terintegrasi, terutama dalam mencegah dan mengendalikan infeksi yang jadi salah satu sumber gangguan penyakit,” katanya.