Sukses

Erick Thohir Ungkap Fenomena Founder Topeng Startup Indonesia, Apa Itu?

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, fenomena perusahaan rintisan atau startup yang berkembang di Indonesia tetapi dimodali asing. Startup ini mengklaim buatan anak bangsa karena pendiri atau founder orang Indonesia.  

Hal tersebut erick Thohir ungkap saat memberikan Kuliah Umum di Universitas Padjajaran, Bandung, Sabtu (23/4//2022).

Erick mengatakan hal tersebut ia sebut dengan fenomena founder topeng. Jadi pendiri perusahaan startup berstatus warga negara Indonesia namun sejatinya dikuasai asing. Dengan kata lain, status founder hanya topeng semata untuk mengelabui masyarakat. 

"Founder topeng ini asing ngasih saham ke orang Indonesia. Orang Indonesia jadi founder topeng," bebernya.

Padahal, lanjut Erick, Indonesia merupakan negara potensial bagi pengembangan perusahaan rintisan. Mengingat, populasi penduduk yang besar disertai perkembangan ekonomi digital yang pesat.

Untuk itu, pihaknya meluncurkan Merah Putih Fund yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 17 Desember 2021. Merah Putih Fund sendiri merupakan lembaga pelat merah yang difokuskan pada pembiayaan perusahaan rintisan atau startup lokal.

Melalui Merah Putih Fund, pemerintah ingin mengamankan market atau pasar Indonesia yang potensial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, bukan untuk pertumbuhan ekonomi negara lain.

"Kita maunya founder orang Indonesia, perusahaannya beroperasi di Indonesia bukan hanya cari makan di Indonesia, dan ke depan go public di Indonesia. Kita kunci semua dengan ekosistem kita" tandasnya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Ada Merah Putih Fund, Erick Thohir Target RI Punya 25 Unicorn

Jumlah startup dengan status Unicorn di Indonesia dipandang masih sedikit. Menteri BUMN Erick Thohir melihat masih banyak potensi pelaku usaha rintisan untuk bisa mencapai status Unicorn tadi.

“Jumlah unicorn kita pun belum maksimal, masih banyak potensi, prediksi kita 25 unicorn masih possible ini yang kita lihat bahwa itu sejak awal,” katanya dalam konferensi pers, Rabu (15/12/2021).

Merespons potensi yang ada tersebut, Menteri Erick bakal memfokuskan pengembangan bisnis rintisan dengan basis digital melalui dorongan pembiayaan yang disediakan. langkah ini akan digarap melalui Merah Putih Fund yang akan mendanai sejumlah startup menuju status Unicorn.

“Digital inikan harus lebih lebar, harus, tidak bisa hanya BUMN berpikir sektoral karena itu saya lihat bahwa kekuatan kita apasih di BUMN, kembali di korporasi, maka kita fokus di pendanaannya,” katanya.

Pendanaan akan memfokuskan pada startup dengan status soonicorn yang memiliki potensi namun minim dari segi pendanaan. Maka, Merah Putih Fund akan masuk sebagai investor pendanaan bagi startup tersebut.

“Pendanaannya (Merah Putih Fund) pun kita fokus ke soonicorn yang valuasinya 200 belum jadi unicorn, karena itu yang banyak ini akhirnya punya potensi tetapi juga kalau tidak difunding, dia bsa tak jadi potensi, dan juga padahal si soonicorn ini step awal menuju unicorn,” katanya.

3 dari 3 halaman

Gandeng Swasta

Lebih lanjut Menteri Erick mengatakan di Merah Putih Fund sendiri akan melebarkan aspek pendanaan. Caranya dengan mengajak sejumlah perusahaan swasta nasional untuk ikut menyuntik dana ke startup soonicorn.

“Presiden tadi sudah memberikan arahan, pengusaha atau penciptanya harus indonesia. Kedua, harus beroperasi di indonesia, bayar pajak, kantornya di Indonesia, yang penting juga kalau nanti akan go public, harus di Indonesia dulu,” kata dia.

“Karena ini ekosistem, membangun ekosistem in sangat penting sekara, jadi tugasnya seperti itu, saya sangat optimis, dan bahkan beliau punya visi lebih besar lagi, kita korporasi dia udah berbicara e-government,” imbuh Erick.