Sukses

Erick Thohir: Regenerasi Kepemimpinan di BUMN Bukan Asal Comot

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan bahwa regenerasi kepemimpinan di BUMN menjadi salah satu langkah transformasi human capital. Oleh karena itu, setiap BUMN wajib menyiapkan talent pool yang terdiri dari pemimpin muda agar keberlanjutan kepemimpinan dapat terus berjalan.

“Regenerasi kepemimpinan tersistem, bukan yang asal comot,” jelas Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Jumat (21/1/2022).

Erick Thohir mengatakan, restrukturisasi dan regenerasi kepemimpinan di setiap perusahaan dan anak usaha telah sesuai dengan kompetensi dan model bisnis. Di mana masing-masing perusahaan terus menyiapkan top talent, sebagai transformasi di bidang human capital untuk menyiapkan top leader BUMN.

“Allah SWT memberikan kita kepintaran dan hasil karya yang luar biasa, tapi dengan keterbatasan umur. Itu yang saya tekankan di BUMN harus ada regenerasi kepemimpinan, new leadership," ujar Erick.

Erick juga memiliki target transformasi human capital di tubuh BUMN, dengan menempatkan 15 persen posisi direksi pada kaum perempuan dan 10 persen kursi pimpinan diisi oleh generasi muda di tahun 2023. Transformasi ini menjadi angin segar dan atmosfir baru, yang belum pernah terjadi sebelumnya di BUMN.

"Karena itu sekarang banyak direksi di BUMN umurnya di bawah 42 tahun. Jumlahnya kian hari kian banyak. Tahun ini baru 5 persen, tapi di 2023 direktur muda di BUMN minimal 10 persen," ucap mantan Presiden Inter Milan tersebut.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Kolaborasi

Di samping itu, Erick percaya dengan kolaborasi antara pemimpin muda dan senior dapat mendorong perusahaan pelat merah menjadi korporasi bertaraf internasional (global company) yang bisa beradaptasi dengan perubahan zaman. Ia pun memberikan beberapa contoh dari program dan kebijakan regenerasi kepemimpinan yang telah berjalan di tubuh BUMN.

Di antaranya adalah BUMN Muda, sebagai wadah pemimpin muda BUMN untuk menyatukan gagasan, mengembangkan potensi, meningkatkan kompetensi agar berkontribusi aktif sebagai agen perubahan dan menjadi pemimpin generasi baru di BUMN di masa mendatang. BUMN Muda kemudian melahirkan beberapa program unggulan seperti program BUMN Muda Mentorship, BUMN Muda Summit dan CEO Muda Rumah BUMN, yang merupakan kolaborasi lintas generasi.

Tak hanya di lingkungan BUMN, Erick juga membuat terobosan untuk meningkatkan kualitas generasi muda secara umum agar bisa produktif, adaptif dan berdaya saing global. Hal itu dilakukan dengan memfasilitasi para generasi muda dalam menghadapi ragam tantangan yang hadir di era disrupsi saat ini.

Seperti halnya program Santri Magang di BUMN dan Mahasiswa Magang Bersertifikat, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada para santri serta mahasiswa sebelum memasuki lingkungan kerja atau kewirausahaan. Demikian juga program #Muslimleaderpreneur agar potensi pemuda muslim yang besar bisa dioptimalkan dengan baik untuk membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Ekosistem ini yang kita dorong bagaimana ekosistem ini bisa mendukung ide-ide kreatif atau anak-anak muda Indonesia berkarya. Karena ini momentum penting,” tutur Erick yang juga Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).