Sukses

Proyek Strategis Nasional Bakal Serap 1,9 Juta Tenaga Kerja hingga 2024

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Wahyu Utomo memproyeksikan, jumlah serapan tenaga kerja proyek strategis nasional (PSN) periode 2020-2024 mencapai 1,9 juta orang. Jumlah ini tersebar di berbagai daerah.

"Tapi ini adalah angka yang ke depan kita masih memperkirakan ada sekitar 1,9 juta orang. Ini yang bisa di serap lapangan kerja," kata dia dalam media gathering KPPIP, Rabu (15/12).

Dia mengatakan, dengan percepatan penyelesaian proyeks strategis nasional maka akan membuka lapangan kerja cukup signifikan. Terlebih, pasca pandemi Covid-19 isu yang penting perlu ditangani adalah masalah penyerapan lapangan kerja.

"Kami yakin kalau PSN ini masih kita dorong terus dengan kecepatan yang bisa kita tingkatkan kita harapkan penyerapan tenaga kerja pun bisa lebih banyak," ujarnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Percepatan Proyek PSN

Sebelumnya, Menteri Perekonomian, Airlangga Hartarto mendorong percepatan penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) untuk mendukung pemulihan ekonomi. Mengingat, keberadaan proyek strategis nasional telah terbukti mampu meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja bagi seluruh Indonesia.

"Di tengah keadaan pandemi proyek strategis nasional yang sudah selesai menciptakan lebih dari 11 juta tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung," kata Airlangga Hartarto dalam media gathering KPPIP.

Investasi pembangunan PSN di berbagai sektor memiliki manfaat terhadap pengembangan wilayah dan perekomian daerah. Keberadaan PSN, lanjut juga memberikan nilai tambah bagi sektor industri.

"Di sisi lain, kita berharap penyelesaian PSN dapat menimbulkan multiplier effect secara sosial dan ekonomi yang akan terus bertambah seiring percepatan penyelesaian proyek strategis ke depan," ungkapnya.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com