Sukses

13 Juta UMKM Pakai Metode Pembayaran QRIS

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) mencatat realisasi penggunaan QRIS tahun 2021 melebihi target. Terdapat 13 juta merchant UMKM menggunakan QRIS sebagai sistem pembayarannya sampai November 2021.

Padahal, pada tahun ini BI menargetkan akuisisi hanya 12 juta merchant dengan QRIS. "Tapi di November sudah sampai 13 juta pengguna," kata Retno di Jakarta, Jumat (3/12/2021).

QRIS sebagai QR code standard Indonesia hadir pada 17 Agustus 2019. Perkembangannya makin pesat ketika pandemi Covid-19 terjadi.

QRIS disebut menjadi solusi sistem pembayaran yang paling aman karena menghindari interaksi langsung yang berpotensi adanya perpindahan virus corona.

Dalam waktu cepat QRIS kemudian sudah tersebar di 34 provinsi. Bahkan mayoritas pengguna QRIS merupakan pelaku UMKM yang menjalankan bisnisnya di tengah masa-masa sulit.

"Sebanyak 88 persen ini dilakukan UMKM sehingga diharapkan bisa bantu masyarakat menjalankan usahanya di masa pandemi," kata Retno.

Saat ini Retno mengungkapkan Bank Indonesia tengah melakukan perluasan QRIS dan mulai menerapkan standar open API (SNAP) dalam sistem pembayaran.

Dua hal tersebut tengah dikerjakan Bank Indonesia dengan asosiasi sistem pembayaran. Tujuannya agar mempercepat penyediaan layanan sistem pembayaran yang lebih baik lagi. "Ini yang sedang dibangun BI bersama asosiasi," kata dia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Masyarakat Kian Terbiasa Bertransaksi Digital

Masyarakat makin terbiasa melakukan transaksi digital seiring akselerasi penggunaan sistem pembayaran digital selama pandemi Covid-19. Kondisi ini tercermin dalam peningkatan transaksi di e-commerce, mobile banking hingga penggunaan uang elektronik.

"Sampai Oktober 2021 nilai transaksi digital tumbuh 55 persen, ini sangat tinggi karena nilainya mencapai Rp 29,23 triliun," kata Kepala Grup Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia, Retno Ponco Windarti di Jakarta, Jumat (3/12/2021).

Tercatat transaksi digital banking dengan ATM dan kartu debit naik 63 persen menjadi lebih dari Rp 3.910 triliun. Transaksi kartu kredit tumbuh 6,3 persen mencapai Rp 6,4 triliun.

Kenaikan transaksi masih bisa terjadi meski perekonomian belum pulih. "Kartu kredit naik mencapai Rp 6,4 triliun di tengah perekonomian yang belum tinggi," jelas dia.

Pandemi Covid-19 membuat masyarakat jadi makin terbiasa dengan kehadiran perusahaan fintech. Solusi yang ditawarkan Fintech dengan berkolaborasi dengan bank untuk tarik tunai pinjaman juga menjadikan masyarakat lebih mudah.

Demikian pula dengan pembelian reksadana yang makin mudah melalui uang elektronik dan dikelola fintech dan startup untuk pencatatan akuntansinya.

"Solusi fintech yang semakin diterima masyarakat melalui inovasi yang dihadirkan," kata dia.

Kondisi tersebut membuat Bank Indonesia sebagai regulator berpacu melakukan transformasi digital. Tidak hanya terkait produk saja, melainkan sampai pada core banking dengan menggunakan cloud.