Sukses

Menko Airlangga Ingin PMI Manufaktur Indonesia Ada di Angka Ini

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan jika Purchasing Manager Index Manufaktur Indonesia kembali mengalami ekspansi ke level 53,9 pada November 2021, meskipun mengalami kontraksi jika dibandingkan Oktober 2021.

Dia pun memiliki harapan soal PMI manufaktur Indonesia ini. "Diharapkan ke depannya, PMI dapat terus berada di atas angka psikologis (>50), karena semakin menurunnya angka kasus Covid-19 di Indonesia dan pelonggaran PPKM,” ungkap Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Disebutkan jika pada kuartal III-2021, perekonomian Indonesia tetap tumbuh positif sebesar 3,51 persen (yoy), meski pada saat itu sedang diterapkan pembatasan kegiatan ekonomi dan masyarakat.

Selain ada faktor base effect, sejumlah leading indicator pun menunjukkan perbaikan, sehingga pemulihan ekonomi diharapkan akan terus berlanjut.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor industri pengolahan non migas yang pada kuartal III-2021 mampu tumbuh sebesar 4,12 persen (yoy) dengan kontribusi sebesar 17,33 persen terhadap PDB.

Secara keseluruhan, industri pengolahan tumbuh sebesar 3,68 persen (yoy) dengan kontribusi sebesar 19,15 persen.

Utilisasi industri pengolahan non migas pun terus mengalami peningkatan, yakni pada Oktober 2021 mencapai rata-rata 66,90 persen, dan diharapkan terus meningkat menuju utilisasi sebelum pandemi terjadi yaitu 76,30 persen.

Beberapa sektor yang telah menunjukkan peningkatan utilisasi adalah sektor industri makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, logam dasar, serta komputer dan barang elektronik.

Making Indonesia 4.0 merupakan program Pemerintah dalam menyiapkan Indonesia untuk menghadapi era industri digital 4.0.

Program ini difokuskan pada 7 sektor industri yakni makanan-minuman, tekstil, otomotif, kimia, elektronik, alat kesehatan dan farmasi yang menyumbang 70 persen PDB industri, 65 persen ekspor industri, dan 60 persen tenaga kerja industri Indonesia.

Di sisi lain, masih perlu dilakukan pembenahan sektor industri nasional untuk 5 aspek teknologi yang sebenarnya merupakan kunci sukses Making Indonesia 4.0.

Kelima aspek tersebut adalah Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Human-Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing.

“Selain itu, kita juga harus mendorong industri semi-konduktor ada di Indonesia, sebab hampir semua industri digital memerlukan hal ini. Kemudian, industri farmasi juga merupakan sektor penting dalam Making Indonesia 4.0, dan di sini perlu dilakukan deregulasi, sehingga menimbulkan kesempatan yang sama antara BUMN dan swasta,” ungkap Menko Airlangga.

 

2 dari 2 halaman

INDI 4.0

Salah satu program Pemerintah dalam mendukung implementasi Making Indonesia 4.0 adalah dengan melakukan asesmen dan awarding Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0).

Dengan demikian, INDI 4.0 menjadi standar acuan untuk mengukur tingkat kesiapan perusahaan dalam bertransformasi ke era industri 4.0.

Perluasan penerapan Industri 4.0. ini juga sudah tertuang dalam Peraturan Presiden (PP) No. 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024.

Di dalamnya terdapat rencana pengembangan Industri 4.0 untuk 5 sub sektor prioritas dengan target di 2024 yaitu jumlah perusahaan dengan nilai INDI 4.0 lebih dari 3.0 menjadi 60 perusahaan, dengan pertumbuhan PDB industri pengolahan menjadi 8,1% dan kontribusinya ke PDB 21,0%.

Dalam mengakselerasi implementasi Making Indonesia 4.0, Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah menginisiasi adanya Ekosistem Industri 4.0 (SINDI 4.0).

Di dalamnya berisi stakeholders seperti Pemerintah, Akademisi, Industri/Asosiasi, Lembaga Pembiayaan, Konsultan, dan Provider Teknologi, yang akan berkoordinasi dan berkesinambungan dalam menciptakan inovasi-inovasi di bidang industri.

Pelaksanaan Penganugerahan INDI 4.0 Award Tahun 2021 dan Conference Industry 4.0 dengan tema New Era & New Normals: Collaborate on Digital Manufacturing Transformation merupakan salah satu bentuk komitmen Indonesia dalam mendukung digitalisasi dan inovasi dalam dunia industri.

Penganugerahan INDI 4.0 ini terdiri dari 7 kategori/aspek dalam pemberian penghargaan adalah Agile Organization, Sustainable Technology, Supply Chain Management, Human Capacity Building, Product and Service, Aggressive Digitalization, dan Smart Factory.