Sukses

Mau Merasa Bahagia di Kantor? Ikuti 8 Tips Berikut Ini

Liputan6.com, Jakarta Kondisi emosional karyawan pasti sangat mempengaruhi lingkungan kerja. Menciptakan sosok karyawan yang bahagia merupakan hal baik. Kebahagiaan yang dirasa pekerja bisa memunculkan rasa percaya diri dan menambah produktivitas.

Namun tak bisa dipungkiri, masih banyak pekerja yang merasa tidak bahagia di kantor atau tempat kerja. 

Perusahaan dan pekerja harus saling memiliki pemikiran yang sama untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan pada akhirnya menciptakan kebahagiaan.

Dengan akan berakhirnya tahun 2021, mungkin inilah saatnya untuk membuka lembaran dan mulai berusahaa menciptakan kebahagiaan di tempat kerja.

Untuk mencapai hal tersebut, cobalah 8 tips kerja agar bahagia di kantor atau tempat kerja melansir Inc.com, Rabu (1/12/2021).

1. Mencari makna dari pekerjaan

Pada tahun 1983 Steve Jobs meyakinkan calon CEO Apple John Sculley untuk meninggalkan pekerjaannya di PepsiCo dengan mengajukan satu pertanyaan kepadanya: "Apakah Anda ingin menghabiskan sisa hidup Anda dengan menjual air bergula atau Anda ingin kesempatan untuk mengubah dunia?"

Mengapa ini sangat efektif? Selain memicu rasa ingin tahu dan imajinasinya, itu memberi Scully kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang bermakna.

Karyawan yang tahu bagaimana pekerjaan mereka memiliki dampak positif yang bermakna pada orang lain. Selain tidak hanya lebih bahagia daripada mereka yang tidak; mereka juga jauh lebih produktif. ."

2. Buat 'Sarang Kantor'

Coba menghabiskan begitu banyak waktu di tempat kerja, jika Anda ingin meningkatkan kebahagiaan di sana. Ciptakan ruang Anda sendiri, menghias area sesuai kebijakan perusahaan. Izinkan, dan buat diri senyaman dan sesantai mungkin di kantor Anda.

 

2 dari 3 halaman

3. Temukan Teman Kerja Terbaik

Memiliki sahabat di tempat kerja dapat mengubah pekerja yang cukup terlibat menjadi pekerja yang sangat terlibat.

Ketika pekerja terlibat dalam persahabatan, mereka berkontribusi lebih banyak pada keuntungan perusahaan.

Karyawan yang memiliki teman di tempat kerja menganggap pekerjaan mereka lebih menyenangkan, menyenangkan, bermanfaat, dan memuaskan.

Selain itu, memiliki teman di tempat kerja dapat menciptakan sistem pendukung, persahabatan, dan rasa loyalitas.

4. Tersenyum

Sesuatu yang sederhana seperti namun tersenyum dapat meningkatkan kebahagiaan di tempat kerja. Karena itu memberitahu otak Anda untuk menjadi lebih bahagia - berkat pelepasan neuropeptida. Senyum juga menular dan akan membuat rekan kerja Anda tersenyum juga.

5. Tinggalkan Masalah Pribadi di Rumah

Ketika kehidupan pribadi Anda kacau, banyak pembajakan emosional terjadi. Emosi menghabiskan tenaga dan membuat stres.

Ketika kebetulan Anda mengalami stres yang berlebihan, pekerjaan akan terdampak dan terganggu sehingga mempengaruhi produktivitas.

Meskipun kehidupan pribadi Anda mudah terbawa ke dalam kehidupan profesional Anda, pastikan Anda memperhatikan hal-hal pribadi sebelum berangkat ke hari kerja.

 

3 dari 3 halaman

Tips Kerja Lainnya

6. Berorientasi ke Masa Depan

Anda akan membuat keputusan yang lebih baik dan lebih puas dengan hasil jika tahu bahwa sebagian besar dari apa yang dilakukan dalam pekerjaan saat ini masih sesuai dengan rencana dan tujuan jangka panjang.

7. Ucapkan 'Terima Kasih'

Saat menerima ungkapan terima kasih membuat kita merasakan harga diri yang tinggi, dan pada gilirannya memicu perilaku bermanfaat lainnya terhadap orang yang kita cintai. Serta dapat membantu dan orang lain yang ada di sekitar kita juga.

Alih-alih hanya mengatakan "terima kasih" kepada rekan-rekan kerja, Anda bisa proaktif dan meminta umpan balik untuk menerima rasa terima kasih yang sangat layak.

Jelas jangan bertanya lagi jika orang yang Anda tanyakan sebelumnya bertekad untuk membuat Anda merasa tidak dihargai, atau jika mereka terus-menerus mengutuk Anda atau tim Anda.

8. Tarik nafas

Sangat mudah untuk merasa lelah selama hari kerja. Itu sebabnya Anda perlu mengambil satu menit dan napas sebelum melanjutkan ke tugas berikutnya.

Tanpa ruang bernapas dalam menghadapi tuntutan terus-menerus, kita tidak akan kreatif, kompeten, atau ceria.