Sukses

Wujudkan Pertanian Maju, Mentan Ingin Data dan Statistik Bebas dari Segala Kepentingan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus menginginkan kehadiran data dan informasi statistik yang bebas dari kepentingan. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan sektor pertanian Indonesia lebih maju.

"Oleh karena itu, bagi saya data sumber informasi yang tidak boleh terakrobatisasi atau bias dari kepentingan yang ada," tegasnya dalam seminar Hari Statistik Nasional, Sabtu (25/9).

Upaya lainnya, imbuh Menteri Syahrul, untuk mendukung sektor pertanian Indonesia menjadi maju juga diperlukan data dan informasi statistik yang mempunyai tingkat akurasi tinggi. Mengingat, data statistik merupakan sumber utama untuk perencanaan berbagai kebijakan terkait pertanian.

"Maka, data tidak boleh salah, karena data menentukan arah kebijakan. Karena awal dari perencanaan, akhir dari semua keberhasilan harus dimulai dari data yang akurat dan benar," tekannya.

Untuk itu, dia meminta kepada seluruh pemangku kepentingan terkait menjadikan Hari Statistik Nasional kali ini sebagai momentum mewujudkan data dan informasi statistik yang berkualitas. Yakni bebas dari kepentingan dan mempunyai akurasi tinggi.

"Mari kita terus meningkatkan kesadaran pentingnya mewujudkan data statistik yang berkualitas untuk hadirnya Indonesia yang makin maju, mandiri, tangguh, dan tumbuh menjadi negara modern," tutupnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Mentan: Peningkatan Produksi Pupuk Percepat Swasembada Pangan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan kunjungan ke PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) guna memastikan stok dan meningkatkan kapasitas serta kualitas pupuk untuk peningkatan produktivitas komoditas pertanian.

Sebagaimana diketahui, pupuk memiliki peran strategis sehingga menjadi penentu keberhasilan produksi yang ujung untuk mencapai swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

"Tidak ada tanaman tanpa pupuk dan pertanian itu ada karena pupuknya. Saya siap membantu Pupuk Kaltim untuk menambah kapasitas produksi dan kualitas pupuk. Saya bicarakan dengan Presiden agar ketersediaan gas murah, bila perlu kita subsidi. Tahun depan kita capai swasembada, maka intervensi pupuk harus tinggi. Stok pupuk harus 14 juta sampai 15 juta ton, sehingga dengan disertai varietas yang bagus dan pelatihan maka produksi pertanian naik," demikian katakan Mentan SYL pada kunjungan seperti ditulis, Senin (13/9/2021).

Oleh karena itu, SYL menekankan peranan penting industri pupuk khususnya PT. Pupuk Kaltim untuk bangsa bisa tumbuh dan tangguh dengan mewujudkan kemajuan sektor pertanian.

Apalagi Indonesia merupakan negara ke 4 terbesar di dunia, pengembangan sektor pertanian ke depan tidak boleh salah dan berspekulasi tapi harus dengan sinergi dan kerja keras dengan menggunakan teknologi moder termasuk di dalam pupuk berkualitas dan kuantitasnya terjamin.

"Hari ini saya bersama Dirut Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim memastikan stok pupuk tersedia dan secara bertahap kapasitas pupuk kita tingkatkan. Dengan begitu, kebutuhan pupuk bagi petani terus kita penuhi," ujarnya.

Perlu diketahui, upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi beras melalui berbagai program terobosan tercatat berhasil. Melansir data BPS, produksi beras dari tahun 2018 hingga 2020 surplus dan diperkirakan 2021 pun surpulus. Produksi beras 2018 surplus 4,37 juta ton, 2019 surplus 2,38 juta ton dan 2020 surplus 1,97 juta ton. BPS pun mencatat sejak 2019 hingga September 2021 tidak ada impor beras umum.

"Dua tahun ini di masa pandemi hanya sektor pertanian yang pertumbuhanya positif, tidak pernah negatif. Keberhasilan ini karena kita mampu mengelola sumberdaya alam yakni pertanian dengan baik dan kerja keras, bukan kita capai karena kebetulan dukungan alam yang bagus," ungkap SYL.

"Oleh karena itu, saya mengajak Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim, mari kita menembus langit, sama-sama mengabdi untuk bangsa. Indonesia tidak boleh kalah dengan negara lain, tidak boleh kalah sama Thailand, Vietnam," pintanya.