Sukses

Kadin Minta Sektor Kritikal dan Esensial Diberi Ruang: Roda Ekonomi Tak Boleh Berhenti Total

Liputan6.com, Jakarta Pengusaha yang tergabung dalam Kadin meminta pegiat ekonomis di sektor selain kritikal dan esensial tetap diberi ruang untuk bekerja.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid meminta pemerintah mempertimbangkan kembali untuk menyetop kegiatan ekonomi. Pelaku usaha diluar sektor kritikal dan esensial juga diharapkan diberi ruang oleh pemerintah.

Arsjad mengatakan adanya PPKM Darurat telah memberikan dampak yang sangat besar bagi pengusaha. Bahkan, sektor krtikal dan esensial yang dalam aturannya boleh beroperasi masih juga masih terdampak penyekatan.

“Penting kalau ekonomi harus berjalan, kalau enggak, ini berdampak untuk pekerja, baik formal atau informal, gimana berat bebannya. Di sisi ini harus balance antara kesehatan dan ekonomi,” kata Arsjad.

Ia menuntut pemerintah perlu fokus pada bantuan dalam jangka pendek sekitar 1 sampai tiga bulan kedepan bagi pekerja di sektor yang terdampak.

“Sudah pasti ekonomi growth akan menurun, nah ini berat. Makanya kita ingin mengajukan, tolong sektor kritikal, esensial dan sektor pendukungnya tetap beroperasi maksimal 100 persen untuk operasional dan 25 persen karyawan penunjang,” katanya.

 

2 dari 2 halaman

Dukung Penanganan Covid-19

Lebih lanjut, Arsjad mengatakan telah melakukan berbagai upaya dalam membantu pemerintah dalam menangani penularan Covid-19.

Diantaranya dengan membuka rumah ketersediaan oksigen darurat dan menjalankan sentra vaksinasi di berbagai titik.

“Kami imbau, ini adalah upaya pengusaha, untuk meringankan pemerintah dengan mengadakan vaksinasi gotong royong. Jadi dana vaksin pemerintah bisa dialihkan ke bantuan sosial,” katanya.

Kedepannya, dia meminta kalau pemerintah mau memberikan dukungan kembali untuk para perusahaan tersebut mengadakan vaksinasi bagi pekerja perusahaan tersebut. hal itu, kata dia, bisa memperluas percepatan vaksinasi Covid-19.

“Supaya ada yang fokus ke masyarakat dan ada juga yang ke pekerja sendiri,” tegasnya.