Sukses

Harga Minyak Melonjak karena Sinyal Pemulihan Ekonomi Global

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak mentah Brent naik tipis pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan harga minyak adalah membaiknya prospek pertumbuhan ekonomi global.

Namun untuk harga minyak mentah AS kenaikannya tertahan karena peningkatan persediaan bensin di tengah kekhawatiran wabah virus Corona baru akan melemahkan pemulihan ekonomi global.

Mengutip CNBC, Kamis (8/4/2021), harga minyak mentah berjangka Brent naik 42 sen atau 0,67 persen menjadi USD 63,16 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 44 sen atau 0,7 persen di level USD 59,77 per barel.

Energy Information Administration merilis data bahwa stok minyak mentah AS turun 3,5 juta barel pekan lalu, tetapi persediaan bensin melonjak 4 juta barel.

Sedangkan dalam jajak pendapat yang dilakukan Reuters sebelumnya para analis memperkirakan terjadi penurunan stok bensin sebesar 221.000 barel.

“Jika ada banyak stok bensin maka Anda tidak perlu menggunakan lebih banyak minyak mentah,” kata Direktur Energi Berjangka Mizuho Securities, Bob Yawger.

Harga minyak mendapat dukungan dari pernyataan Bank Sentral AS yang mengatakan bahwa mereka cukup optimis melihat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

IMF pada hari Selasa juga pengeluaran pernyataan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memerangi COVID-19 akan mendorong pertumbuhan global menjadi 6 persen di 2021. Angka yang tidak pernah terlihat sejak tahun 1970-an.

Dengan kedua sentimen ini mendorong harga minyak ke level yang lebih tinggi. Setiap pertumbuhan ekonomi dipastikan membutuhkan pasokan minyak.

Namun, meningkatnya kasus Covid-19 di AS, yang menyumbang lebih dari setengah dari semua kematian terkait virus Corona minggu lalu, membuat harga minyak tidak bergerak lebih tinggi.

 

2 dari 3 halaman

Pasokan Meningkat

Pasar minyak mentah global juga menghadapi peningkatan pasokan karena Iran dan kekuatan utama dunia mengambil langkah-langkah untuk menghidupkan kembali perjanjian yang membekukan pengembangan senjata nuklir Iran.

Iran dan kekuatan dunia sepakat untuk membentuk kelompok kerja untuk membahas kemungkinan menghidupkan kembali kesepakatan 2015 yang dapat menyebabkan Washington mencabut sanksi pada sektor energi Iran dan meningkatkan pasokan minyak.

"Iran adalah satu-satunya risiko pasokan naik terbesar untuk pasar minyak," kata Stephen Brennock dari pialang minyak PVM.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: