Sukses

Erick Thohir Cari Banyak Anak Muda dan Pemimpin Perempuan Jadi Direksi BUMN

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir, menargetkan kepemimpinan muda BUMN pada tahun 2021 mencapai 5 persen, dan bagi kepemimpinan perempuan di jajaran direksi BUMN ditargetkan bisa mencapai 15 persen di tahun ini.

“Sangat penting salah satunya bagaimana leadership forum ini menjadi sesuatu yang sangat fokus tidak general. Leadership kepada pimpinan muda BUMN yang sekarang jumlahnya itu di direksi masih 4 persen yang dibawah usia 42 tahun, kita harapkan tahun ini 5 persen,” kata Erick Thohir dalam Konferensi Pers Pelantikan Pengurus dan Kick Off FHCI 2021 secara virtual Rabu, (7/4/2021)

Menurutnya dengan adanya training, bisa menjadikan generasi milenial untuk paham apa itu kepemimpinan, sehingga mereka bisa menjadi pemimpin yang baik. Sama halnya dengan kepemimpinan perempuan, saat ini kepemimpinan perempuan di jajaran direksi BUMN masih 11 persen, oleh karena itu Erick Thohir menargetkan tahun ini bisa mencapai 15 persen.

“Sama juga ketika kita bicara kepemimpinan perempuan yang sekarang masih 11 persen, dan di tahun ini saya minta bisa mencapai 15 persen dan tahun 2023 menjadi 20 persen untuk kepemimpinan perempuan,” ujarnya.

Lanjutnya, transformasi di BUMN tidak akan berjalan jika tidak ada transformasi Human Capitalnya. Erick menjelaskan, human capital menjadi kunci yang sangat  penting untuk terjadinya perubahan besar-besaran, pola pikir, dan tentunya akhlak di seluruh BUMN.

Tentu BUMN tidak bisa bekerja sendiri sebagai Kementerian, oleh karena itu pihaknya bekerjasama dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) untuk meningkatkan dan melahirkan talenta-talenta muda yang berdaya saing.

“Tranformasi yang kita hadapi ini apalagi dengan adanya pandemi, adalah transformasi tidak hanya perubahan pola pikir sehingga bisnis modelnya berubah tapi juga digitalisasi, dan makin terbukanya persaingan secara global,” kata Erick Thohir.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Training Leadership

Erick berpendapat, training leadership sendiri tidak bisa digeneralisasi ama halnya dengan kepemimpinan perempuan juga. Seperti diketahui, perempuan-perempuan kuat tidak hanya aktif secara ekonomi tetapi juga sebagai ibu rumah tangga yang tidak kalah penting dalam mendidik anak-anaknya.

“Inilah balance yang saya rasa leadership ini juga training-training nya harus berubah, belum lagi training CEO sekarang kita sudah eranya benchmarking. CEO BUMN harus juga bersaing dengan CEO global harus ada benchmarking bisnis model,” katanya.

Demikian Erick menegaskan kembali, bahwa tidak mungkin terjadi transformasi di BUMN jika tidak ada transportasi human capitalnya. Hal ini hubungan yang sangat erat antara kementerian dan komunitas atau insan BUMN menjadi suatu keharusan.

“Tetapi mempunyai maps yang jelas dan ekosistem yang akan dibangun secara baik dan transparan,” pungkasnya.