Sukses

UU Cipta Kerja Percepat Pembangunan SPBU Listrik di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menargetkan telah terbangun 31 ribu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan 67 ribu unit Stasiun Penggantian Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) pada 2030. Target tersebut agar semakin banyak mobil listrik dan motor listrik yang mengaspal di Indonesia

Menteri Energi, Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, pembangunan SPKLU dan SPKBLU tersebut akan dibuat di Jakarta, Tanggerang, Bandung, Semarang, Surabaya dan Bali.

"Diharapkan sampai dengan 2030 akan terbangun dari lebih 31 ribu di SPKLU di Jakarta Bandung, Tanggerang, Semarang Surabaya dan Bali, kata Arifin dalam Webinar Smart Grid: Implementation of Smart Grid, Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Demi mewujudkan program tersebut, Arifin mengatakan diperlukan digitalisasi untuk mempermudah konsumen dalam memfasilitasi pengisian listrik di SPKLU dan tempat penggantian baterai. Untuk itu pemerintah meminta dukungan dari berbagai pihak dalam penerapan teknologi jaringan cerdas (Smart Grid) yang lebih luas di tanah air.

"Ini butuh dukungan dari IEA, dan organisasi internasional lainnya untuk penerapan jaringan cerdas yang lebih luas di Indonesia," kata dia.

Arifin menjamin, investasi yang dilakukan di Indonesia akan lebih mudah dengan payung hukum Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Investasi pun bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru yang berdampak kepada masyarakat luas.

Aturan turunan dari Kementerian ESDM dalam regulasi sapu jagat tersebut pun telah dibuat. Salah satunya meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menyediakan anggaran atau dana bagi masyarakat kurang mampu agar dapat menikmati penggunaan Smart Grid. Sehingga bisa meningkatkan indeks elektronifikasi daerah.

"Dana tersebut untuk membangun ekektrifikasi jaringan cerdas yang dapat apat mempercepat rasio elektronifikasi di wilayah masing-masing," kata dia mengakhiri.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Erick Thohir Kerahkan 3 BUMN Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik Raksasa

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMNErick Thohir mengatakan pihaknya akan membentuk kolaborasi perusahaan pelat merah untuk membangun pabrik raksasa baterai (EV battery) mobil listrik di Indonesia. Tiga BUMN tersebut akan menggandeng perusahaan dari luar negeri untuk membangun pabrik.

"Ada yang namanya EV battery. Bagaimana policy pemerintah supaya bisa jadi produsen selain jadi market, bisa dijaga salah satunya nikel. Tak mau dikirim ke luar negeri raw material," ujar Erick Thohir, Jakarta, Kamis (25/2).

 

Adapun ketiga BUMN tersebut adalah PT PLN (Persero), PT Inalum (Persero) dan PT Pertamina (Persero). Ketiga BUMN ini akan menggandeng melalui LG Energy Solution dan Contemporary Amperex Technology atau CATL.

"Kami diberi kepercayaan, di mana PLN, Inalum, Pertamina akan membuat perusahaan baterai nasional partner dengan CATL dan LG," jelas Erick Thohir.

Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir mengatakan komoditas juga menjadi kekuatan perekonomian Indonesia ke depan. Di mana harga berbagai komoditas seperti batu bara, kelapa sawit, karet, dan cacao terus mengalami kenaikan.

"Jangan lagi komoditas ini hanya dilepas seperti biasa. Value added harus dinaikkan, ekspor digalakkan. Balance ekspor dan hilirisasi. Agar saat komoditas tak berpihak ke kita, bisa merasakan value added," tandasnya

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: