Pertumbuhan Ekonomi RI Bakal Minus 4,3 Persen di Kuartal II 2020, Ini Penyebabnya

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2020 diprediksi berada di antara minus 3,5 persen sampai minus 5,1 persen.

Diterbitkan 16 Juli 2020, 10:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati kembali merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2020 menjadi minus 4,3 persen. Angka ini lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya yang hanya berada dikisaran minus 3 persen.

Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun ini berada di antara minus 3,5 persen sampai minus 5,1 persen dengan titik terdalam yang paling baru di level minus 4,3 persen.

"Titik poinya kita ada di minus 4,3 persen jadi lebih dalam dari yang kita sampaikan minus 3,8 Persen," kata Sri Mulyani di gedung DPR, Jakarta, seperti ditulis Kamis (16/7).

Sri Mulyani menjelaskan turunnya pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tajam ini dikarenakan beberapa sektor industri kinerjanya terkontraksi dalam, mulai dari perdagangan, pertambangan, manufaktur, hingga transportasi.

"Transportasi itu walaupun sudah ada relaksasi tapi tidak pulih karena orang tidak melakukan traveling, walau terjadi tapi masih kecil sekali, pertambangan berkontribusi negatif growth cukup dalam di kuartal II," kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Perbaikan di Kuartal III 2020

Meski demikian, dia berharap perbaikan akan terjadi pada kuartal III-2020. Mengingat beberapa sektor sudah perlahan bergerak setelah sempat mengalami mati suri akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kita berharap di kuartal III mengejar, beberapa data yang kita peroleh sudah menunjukkan adanya titik balik, namun titik baliknya ini adalah askselerasi itulah yang menjadi fokus presiden, belanja dari K/L, belanja dari daerah, perbankan sektor keuangan dan sektor korporasi bisa kembali," tandas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6