Sukses

Wall Street Tertekan Usai Warren Buffett Jual Semua Saham Sektor Penerbangan

Liputan6.com, Jakarta - Wall Street menguat tipis pada penutupan perdagangan di awal pekan ini atau Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Penguatan bursa saham di Amerika Serikat (AS) tersebut didukung oleh kekuatan saham-saham teknologi.

Menguitp CNBC, Selasa (5/5/2020), Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,1 persen atau 26,07 poin menjadi 23.749,76, setelah sebelumnya turun 360 poin. Indeks S&P 500 naik 0,4 persen atau 12,03 poin menjadi 2.842,74.

Sedangkan Nasdaq Composite naik 1,2 persen atau 105,77 poin menjadi 8.710,71, didukung oleh kenaikan saham teknologi.

Saham Microsoft dan Netflix masing-masing melonjak 2,4 persen dan 3,0 persen. Sementara saham Apple dan Facebook keduanya naik 1,4 persen.

Kebalikannya, saham-saham perusahaan penerbangan mengalami tekanan yang cukup dalam usai Warren Buffett pada akhir pekan lalu mengatakan bahwa Berkshire Hathaway melepas seluruh saham sektor penerbangan yang digenggamnya karena wabah virus Corona.

Saham maskapai penerbangan termasuk di antara pecundang terbesar di indeks acuan S&P 500. Delta, United, American Airlines semuanya turun lebih dari 5 persen. Pembuat pesawat Boeing juga turun 1,4 persen.

"Buffett adalah investor jangka panjang, sehingga keputusannya untuk menjual mencerminkan keyakinannya bahwa industri penerbangan menghadapi tantangan masa depan yang secara fundamental mengubah nilai-menangkap bisnis itu, ”tulis Tom Lee dari Fundstrat dalam sebuah catatan kepada klien.

 

2 dari 2 halaman

Buffett Lepas Saham Maskapai

“Industri maskapai telah berubah. Saya tidak tahu bagaimana arah perubahan itu dan saya berharap industri tersebut bisa mengoreksi dirinya dengan cepat, "kata Buffett pada hari Sabtu kemarin dalam pertemuan pemegang saham virtual pertama di Berkshire.

Berkshire memiliki lebih dari USD 4 miliar yang diinvestasikan di United, American, Southwest, dan Delta Airlines. Buffett mencatat kekagumannya terhadap industri ini tetapi kemudian ternyata banyak peristiwa yang membuatnya harus mengubah rencana.

Penurunan saham-saham di sektor penerbangan pada perdagangan Senin mendorong kerugian yang lebih besar. Saham United Airlines Delta pada tahun 2020 telah mengalami penurunan lebih dari 60 persen.

Sementara Southwest Airlines kehilangan hampir setengah dari nilainya tahun ini.