Sukses

Sepi Penumpang, 16 Bandara AP II Kurangi Jam Operasional

AP II melakukan penyesuaian operasional bandara mengingat sepinya penumpang dan pergerakan pesawat

Liputan6.com, Jakarta - Mulai April 2020, bandara-bandara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II, menjalankan penyesuaian pola operasional sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan COVID-19.

Penyesuaian pola operasional dilakukan dinamis dengan mempertimbangkan tren pergerakan penumpang pesawat dan frekwensi penerbangan di masing-masing bandara.

Melalui strategi penyesuaian pola operasional maka setiap bandara dapat melakukan optimalisasi terhadap fasilitas dan personel, sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan untuk melakukan pengkondisian alur penumpang di bandara agar physical distancing dapat tetap dilakukan.

Presiden Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, penyesuaian pola operasional ini bertujuan untuk menjaga aspek kesehatan dari penumpang pesawat, pengunjung bandara, dan pekerja di bandara. "Bandara yang sudah menyesuaikan pola operasional di tengah tantangan COVID-19 adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta," kata Awaluddin, Jumat (3/4/2020).

Sejak 1 April 2020, Soekarno-Hatta melakukan pembatasan operasional di Terminal 1 dengan hanya membuka Sub Terminal 1A, serta di Terminal 2 dengan hanya membuka Sub Terminal 2D dan 2E. Sementara itu maskapai yang biasa beroperasi di Sub Terminal 2F dipindah sementara ke Terminal 3.

Hal ini dimaksud, agar alur penumpang di keseluruhan bandara otomatis lebih sederhana dan membuat pemeriksaan keamanan serta pengawasan kesehatan dapat lebih optimal.

“Pola penyesuaian operasional seperti di Soekarno-Hatta ini juga sudah diterapkan di bandara-bandara lain di bawah PT Angkasa Pura II. Melalui strategi ini maka bandara PT Angkasa Pura II bisa beroperasi optimal dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan serta pematuhan terhadap peraturan di tengah pandemi COVID-19,” tuturnya.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Fasilitas yang Diminimalkan

Adapun fasilitas yang dapat diminimalkan guna pengkondisian dan penyederhanaan alur penumpang adalah yang non-prioritas seperti misalnya lift, travellator, eskalator, lampu penerangan dan lain sebagainya.

Terkait dengan penyesuaian pola operasional ini, PT Angkasa Pura II juga memberlakukan optimalisasi SDM Operasional. Dimana diberlakukan sistem roster dinas bagi karyawan yang bertugas dalam mendukung operasional bandara.

“Adanya sistem roster ini membuat karyawan di operasional bandara bisa memiliki waktu bekerja di rumah sehingga risiko terpapar virus berkurang. Di saat seperti ini sudah sewajarnya aspek kesehatan menjadi prioritas,” ujar Awaluddin.

Adapun saat ini berlaku 4 kategori status operasional bandara yang diterapkan di bandara-bandara PT Angkasa Pura II, yaitu kategori status operasi : Normal Operation, Slow Down Operation, Minimum Operation dan Terminate Operation.

Masing masing kategori status operasi bandara menunjukkan jumlah personil, jam operasi dan sumber daya (resources) yang beroperasi memgelola bandara dalam masa wabah Covid-19 ini.

 

3 dari 3 halaman

Daftar Bandara

Dengan memperhatikan tren pergerakan penumpang serta penetapan Status Masa Tanggap Keadaan Darurat COVID-19 di tingkat nasional dari 29 Februari – 29 Mei 2020, dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik lndonesia Nomor HK.01.07/MENKES/104/2020 jo SE Dirjen Perhubungan Udara No.6 Tahun 2020 terkait dengan meluasnya penyebaran wabah Coronavirus Disease (COVID-19), maka dilakukan penyesuaian kategori status operasi bandara sebagai berikut:

Slow Down Operation:

1. Silangit di Tapanuli Utara

2. Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang

3. Minangkabau di Padang

Minimum Operation:

1. Soekarno-Hatta di Tangerang

2. Sultan Iskandar Muda di Aceh

3. Kualanamu di Deli Serdang

4. Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru

5. Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang

6. Fatmawati Soekarno di Bengkulu

7. HAS Hanandjoeddin di Belitung

8. Sultan Thaha di Jambi

9. Husein Sastranegara di Bandung

10. Banyuwangi

11. Supadio di Pontianak

12. Tjilik Riwut di Palangkaraya

13. Kertajati di Majalengka

14. Raden Inten di Lampung

15. Depati Amir di Pangkalpinang

16. Halim Perdanakusuma di Jakarta

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.