Sukses

Bangun Kilang Tuban, Pertamina Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) telah memasuki tahap pengerjaan awal pada proyek Kilang Tuban di Jawa Timur, yakni pembersihan lahan sekitar 328 hektare (ha) serta pemulihan lahan abrasi (restorasi) seluas 20 ha.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menegaskan, bahwa pada pembangunan Kilang Tuban juga akan menyerap 35 persen tingkat komponen dalam negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja sebanyak 20 ribu saat konstruksi, dan 2.500 saat operasi.

"Proyek ini juga menciptakan multiplier effect lainnya, terutama di daerah sekitar lokasi di Tuban termasuk peningkatan pendapatan negara dan daerah, baik dari pajak dan juga penguatan devisa negara karena mengurangi ketergantungan impor crude dan produk," terangnya, Sabtu (30/11/2019).

 

Berdasarkan informasi yang diberikan Pertamina, dalam tahap pembangunan awal, perseroan telah menyerap sebanyak 271 tenaga kerja lokal asal Tuban.

Lebih lanjut, Nicke menjelaskan, setelah mendapatkan penetapan lokasi, Pertamina bergerak cepat untuk menyelesaikan persiapan lahan termasuk menjalankan kesepakatan dengan pemerintah daerah dan masyarakat, diantaranya penyiapan tenaga kerja lokal.

"Pertamina pro aktif membangun kemampuan dan keahlian tenaga kerja lokal. Selain telah menyerap 271 pekerja lokal, saat ini Pertamina juga telah memberikan beasiswa kepada 21 orang lulusan terbaik SMA/SMK di wilayah sekitar untuk melanjutkan kuliah di Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu," ujar dia.

Nicke berharap, nantinya para siswa tersebut bisa memiliki keahlian khusus agar bisa bergabung di Proyek Kilang Tuban, baik menjadi tulang punggung pada saat pembangunan maupun operasional nanti.

2 dari 3 halaman

Kilang Tercanggih

Kilang Tuban merupakan salah satu kilang tercanggih di dunia yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 300 ribu barel per hari yang akan menghasilkan 30 juta liter BBM per hari untuk jenis gasoline dan diesel.

Selain itu, Kilang Tuban juga akan menghasilkan 4 juta liter avtur per hari serta produksi petrokimia sebesar 4.25 juta ton per tahun.

"Seluruh BBM yang diproduksi di Kilang Tuban memiliki standar terbaik di dunia yakni Euro5, yang sangat ramah dengan lingkungan," ungkap Nicke.

Untuk membangun megaproyek ini, Nicke meneruskan, Pertamina menginvestasikan sekitar USD 15-16 miliar yang diperkirakan akan selesai pada 2026 mendatang. Proyek ini menempati area seluas kurang lebih 900 ha.

"Ini salah satu proyek prestisius dan sangat strategis dalam membangun kemandirian dan kedaulatan energi nasional. Dampaknya juga tentu akan sangat besar dirasakan masyarakat sekitar proyek, khususnya Tuban dan sekitarnya," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Pertamina Obral Diskon Avtur di Periode Natal dan Tahun Baru
Artikel Selanjutnya
Sampah Plastik Jadi Berkah di Desa Cinta