Sukses

IHSG Dibuka Dua Arah, Tujuh Sektor di Zona Merah

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada perdagangan Kamis pekan ini. Dari 10 sektor pembentuk IHSG, tujuh sektor berada di zona merah.

Pada prapembukaan, Kamis (14/11/2019), IHSG melemah tipis 4,96 poin atau 0,08 persen ke level 6.137,53. Sedangkan pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG menguat tipis dengan naik 1,47 poin atau 0,02 persen ke 6.143,97.

Sementara itu, indeks saham LQ45 melemah 0,16 persen ke posisi 973,26. Pergerakan indeks saham acuan lain bervariasi.

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG level tertinggi berada di 6.146,39 dan terendah di 6.136,53. Sebanyak 110 saham menguat dan 68 saham melemah. Sedangkan 134 saham diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 13.172 kali dengan volume perdagangan 206,6 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 136,2 miliar.

Investor asing jual saham Rp 6,77 miliar di pasar reguler dan posisi rupiah di angka 14.095 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, tujuh sektor berada di zona merah. Sektor yang melemah paling dalam adalah aneka industri dengan turun 0,87 persen. Kemudian diikuti sektor infrastruktur melemah 0,85 persen dan sektor perkebunan yang anjlok 0,20 persen.

Tiga sektor yang menguat yaitu sektor konstruksi naik 0,70 persen, sektor barang konsumsi naik 0,21 persen dan sektor pertambangan yang naik 0,14 persen.

Saham-saham yang melemah antara lain TGRA turun 24,84 persen ke Rp 236 per saham, VINS turun 19,23 persen ke Rp 147 per saham, dan ANDI turun 10,92 persen ke Rp 212 per saham.

Sementara saham-saham yang menguat antara lain ESIP yang naik 69,33 persen ke Rp 276 per saham, ARTO naik 25 persen ke level Rp 2.700 per saham dan SINI naik 24,61 persen ke Rp 476 per saham. 

2 dari 3 halaman

Prediksi Analis

Meski sentimen global kian memanas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mampu bergerak menguat di pasar saham pada hari ini.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat menilai IHSG berpeluang terkonsolidasi menguat pada rentang support dan resistance 6125-6200.

Saat ini, dia mengungkapkan ketidakpastian eksternal masih cukup tinggi terutama dari Amerika Serikat (AS) dan China yang makin memanas dan kondisi politik di Hong Kong yang saat ini masih belum stabil.

Namun, menurutnya investor akan teralihkan perhatiannya pada data inflasi di AS sebagai petunjuk arah kebijakan the Fed selanjutnya sebelum Jerome powell berpidato didepan kongres.

Seirama, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya berpendapat indeks akan mengalami kontinuasi rally (menguat) dengan ditransaksikan 6.200-6.250.

Investor pada hari ini menurutnya dapat mempertimbangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), hingga saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Sedangkan Lanjar memilih untuk menganjurkan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), serta saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Seluruh Sektor di Zona Hijau, IHSG Dibuka Menguat ke 6.185,92
Artikel Selanjutnya
Seluruh Sektor ke Zona Merah, IHSG Ditutup Melemah ke 6.139,39