Sukses

Penggunaan Gas Bumi Bantu Kurangi Beban Pemerintah

Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan gas bumi rumah tangga akan menciptakan nilai tambah. Oleh sebab itu, pembangunannya harus terus ditingkatkan dan didukung oleh pengembang perumahan.

Pengamat Energi dari Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan, penggunaan gas bumi untuk bahan bakar rumah tangga menciptakan banyak manfaat. Selain lebih bersih juga lebih murah dibanding Liqufied Petroleum Gas (LPG).

"Harga gas bumi untuk Rumah Tangga (RT)-1 dan Pelanggan Kecil (PK)-1 dikenakan sebesar Rp 4.250 per meter kubik (m3) lebih murah dari pada harga pasar gas LPG 3 kg yang berkisar antara Rp 5.013 sampai dengan Rp 6.266 per m3," kata Sofyano, di Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Disisi lain, produksi gas bumi Indonesia yang cukup besar bisa dimanfaatkan untuk gas rumah tangga dalam negeri, sehingga bisa mengurangi impor LPG yang porsinya lebih besar. Penggunaan gas bumi bagi perumahan juga dapat mengurangi beban subsidi pemerintah.

"Pemerintah pun harusnya mendukung penuh hal ini karena pengembangan jaringan gas bumi," tuturnya.

 

2 dari 4 halaman

Kerjasama dengan Pengembang

Sofyano mengungkapkan, penggunaan gas bumi untuk rumah tangga juga perlu didorong oleh pihak pengembang perumahan. Dia pun mencontohkan, seperti kerjasama antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dengan PT Pembangunan Perumahan yang akan menyediakan jaringas gas ke 500 ribu unit rumah.

Dengan adanya kerjasama antara operator penjual gas dengan pengembang perumahan, akan memberikan daya tarik calon pembeli rumah.

"Seharusnya bisa diikuti oleh pihak lain khususnya para pembangun perumahan, karena adanya fasilitas jaringan gas yang disiapkan pasti memberi nilai tambah dan sangat menarik perhatian calon pembeli rumah," tandasnya.

 

3 dari 4 halaman

Target Pemerintah

Seperti diketahui, hingga akhir 2019 ini pemerintah akan menyelesaikan 78.216 Sambungan Rumah Tangga (SR) di 17 kota kabupaten. Sementara, total pembangunan jargas hingga 2018 adalah sebesar 325.852 SR yang tersebar di 40 kota kabupaten.

Dengan penambahan pembangunan di 2019 dan 2020, total jargas yang akan terpasang sebanyak 697.601 SR pada akhir 2020. Pemerintah menargetkan pembangunan jargas bisa mencapai 4,7 juta SR pada 2025.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Indonesia Tak Lagi Pasok Gas ke Singapura Mulai 2023
Artikel Selanjutnya
PGN Gunakan Teknologi Informasi untuk Kembangkan Infrastruktur Gas