Sukses

Kementerian PUPR Tambah Pekerja Demi Rampungkan Renovasi Istiqlal

Liputan6.com, Jakarta - Masjid Istiqlalyang saat ini tengah dibenahi besar-besaran, ditargetkan akan memiliki wajah baru pada Maret tahun depan.

Demi mempercepat proses pembenahan cagar budaya tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan akan menambah jumlah pekerja yang melakukan renovasi terhadap masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.

"Saat ini pekerjanya sekitar 200-an, nanti akan ditambah jadi 400 supaya lebih cepat karena yang dikeroyok semua lini. Tidak ada lagi tempelan kipas angin, stiker yang mengganggu keindahan, kita akan perbaiki agar terdesain dengan baik," katanya di Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

Renovasi besar-besaran ini menidaklanjuti perintah dari Presiden Joko Widdo yang beberapa waktu lalu menerima kunjunga Perdana Menteri India Narendra Modi ke Masjid Istiqlal pada 30 Mei silam. Beliau menilai, masjid yang sudah berdiri 41 tahun ini harus mendapat perubahan untuk pertama kalinya.

Pekerjaan ini meliputi tiga zona, yaitu zona utama area kegiatan Masjid Istiqlal (lantai utama, mihrab, interior), zona pendukung (gerbang, koridor, ruang wudhu, toilet, basement, signage, plumbing), dan zona publik (kawasan plaza, pedestrian, taman). Basuki menambahkan agar mempercepat seluruh titik renovasi terutama tempat wudhu.

"Saya kira tempat wudhu (harus segera dirampungkan). Kami ingin melihat sebelum dan sesudahnya," tutupnya.

2 dari 4 halaman

Direnovasi, Ciri Khas Masjid Istiqlal Tak akan Hilang

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kini tengah melakukan renovasi pertama Masjid Istiqlal sejak mulai beroperasi pada 1978 silam. Meski ada perombakan, namun struktur dasar bangunan seperti desain dan ciri khas atau landmark tidak akan dihilangkan.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga menegaskan, proses renovasi ini tidak akan merubah struktur. Bahkan pihaknya berusaha untuk meningkatkan fungsi landmark dari Masjid Istiqlal.

"Nah ini tentu saja kita akan renovasi agar fungsinya semua menjadi lebih baik. Tidak ada yang berubah. Bahkan fungsi landmark-nya misalnya taman, air mancur dan sebagainya justru kita tingkatkan," ungkap dia di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Dalam masa awal pengerjaan hingga memasuki Lebaran nanti, Danis menerangkan, itu masih akan bergerak di sisi bawah atau basement bangunan yang secara fungsi merupakan ruang penunjang seperti area perkantoran.

Sebagai catatan, Masjid Istiqlal merupakan buah karya arsitek Friedrich Silaban yang proses pembangunannya memakan waktu hingga 17 tahun sejak 1961.

Dalam proses renovasi pertama ini, Kementerian PUPR bersama Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal coba menangkan 3 filosofi. Antara lain, Hablum Mknallah dengan memperbaiki badan bangunan dengan segala interiornya, lalu Hablum Minannas dengan membuat plaza dan tempat rekreasi menjadi lebih aman, serta Hablum Minal Alamin yakni menjaga hubungan baik dengan alam.

Lebih lanjut, Danis mengatakan, proses renovasi ini juga dipertimbangkan untuk turut menambah kapasitas parkir di area masjid hingga sekitar 2.000 unit kendaraan.

Namun begitu, sambungnya, segala proses pengerjaan itu tidak akan mengubah daya tampung jamaah di dalam Masjid Istiqlal.

"Itu tetap. Seperti tadi, kita tidak akan mengubah struktur dan sebagainya, tapi bagaimana kita merenovasi dan merehabilitasi hal-hal sehingga menjadi lebih baik. Tapi kalau di luar, di taman kemudian gerbang dan sebagainya, itu akan ada peningkatan dan perbaikan," urainya.

Namun begitu, ia masih memperhitungkan apakah kapasitas masjid secara keseluruhan akan berkurang atau tidak dengan adanya proses renovasi ini.

"Kita akan evaluasi. Kita kan baru mulai bekerja. Tentu saja ada hal-hal yang ditutup, misal kapasitas ruang dan sebagainya akan berkurang, tidak seperti sekarang," tukas Danis.  

3 dari 4 halaman

Renovasi Masjid Istiqlal, Kementerian PUPR Kucurkan Rp 465 Miliar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kini tengah merenovasi Masjid Istiqlal Jakarta yang telah berdiri sejak 1961. Proses renovasi akan memakan waktu sekitar 10 bulan dan membutuhkan anggaran sebesar Rp 465 miliar.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, ide awal pembenahan rumah ibadah ini, berasal saat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan dari Perdana Menteri India Narendra Modi melihat maket Masjid Istiqlal pada Ramadan tahun lalu.

"Saya dapat perintah dari Presiden (Jokowi) setelah mengantarkan Perdana Menteri India Modi, dia surprise. Menurut beliau Masjid Istiqlal memang harus direnovasi. Saya langsung dapat amanat untuk bisa merenovasi Masjid Istiqlal, harus bisa jadi lebih baik seperti GBK," jelas dia saat penandatanganan kontrak Kegiatan Renovasi Masjid Istiqlal di Gedung Kementerian PUPR, Kamis (16/5/2019).

Dia berharap, proses renovasi ini akan semakin memperpanjang umur masjid. "Mudah-mudahan ini bisa bertahan tidak hanya dalam waktu dekat, tapi bisa sampai 20-25 tahun ke depan," ujar dia.

Selain Kementerian PUPR, renovasi Masjid Istiqlal juga melibatkan istitusi pemerintah lain yakni Kementerian Agama dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Lingkup kegiatan Kementerian PUPR meliputi penataan ulang kawasan di plaza dan gerbang, area dalam masjid, mihrab, koridor, ruang wudhu, toilet, perbaikan sistem mekanikal elektrical dan plumbing bangunan masjid, serta renovasi sistem signage.

Adapun total nilai kontrak konstruksi sebesar Rp 465,3 miliar. Pada saat bersamaan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga sedang mengerjakan perbaikan limbah di kawasan Masjid Istiqlal.

Pelaksanaan renovasi masjid Istiqlal akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya selama 300 hari kalender melalui Kontrak Tahun Jamak (2019-2020) atau sekitar 10 bulan. Kontraktor yang akan melaksanakan kegiatan ini adalah PT Waskita Karya (Persero) dengan Manajemen Konstruksi oleh PT Virama Karya.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Bangun Bandara, Kementerian PUPR Siap Relokasi Rumah Warga di Asmat
Artikel Selanjutnya
Sumber Air Bersih Kota Medan dan Deli Serdang, Bendungan Lau Simeme Ditargetkan Selesai 2022