Sukses

Selain Istiqlal, Kementerian PUPR Bakal Renovasi Masjid Lain

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memantau perkembangan renovasi besar-besaran Masjid Istiqlal di Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

Dalam kunjungannya, Menteri Basuki menyatakan akan mencoba membantu renovasi beberapa tempat ibadah lainnya.

"Diantaranya di Semarang ada Masjid Baiturrahman, kemudian Masjid Syuhada di Jogja, kita akan coba bantu dengan renovasi," tutur Basuki di Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

Meski begitu, belum diketahui kapan rencana renovasi masjid-masjid tersebut terlaksana, sebab saat ini PUPR masih fokus menyelesaikan pembenahan Istiqlal.

Selama renovasi Istiqlal, Basuki membeberkan beberapa tantangan yang berusaha dihadapi, salah satunya penyesuaian dengan kaidah-kaidah cagar budaya.

Sebagai informasi, Masjid Istiqlal adalah salah satu cagar budaya yang terdaftar di situs web Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan peringkat nasional dan dikelola Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Jakarta.

Ada beberapa hal yang tidak boleh begitu saja dirubah, menurut Basuki. Contohnya, renovasi stadion Gelora Bung Karno (GBK).

"Saya kira renovasi itu tidak lebih mudah dari membangun baru, jadi tantangannya kita harus mengikuti kaidah cagar budaya. Kita ingin memperbaiki, tapi kita juga harus mengikuti budaya, seperti GBK contohnya. Kita ingin memperindah tapi tidak boleh sembarangan karena itu gedung heritage," tambahnya.

Sementara, Masjid Istiqlal nantinya akan lebih dihijaukan di bagian atas agar bisa menyerap polusi Jakarta yang berlebih. Tahapan pembangunannya hingga saat ini sekitar 3 hingga 4 persen, lebih cepat dari rencana.

2 dari 4 halaman

Renovasi Masjid Istiqlal, Kementerian PUPR Kucurkan Rp 465 Miliar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kini tengah merenovasi Masjid Istiqlal Jakarta yang telah berdiri sejak 1961. Proses renovasi akan memakan waktu sekitar 10 bulan dan membutuhkan anggaran sebesar Rp 465 miliar.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, ide awal pembenahan rumah ibadah ini, berasal saat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan dari Perdana Menteri India Narendra Modi melihat maket Masjid Istiqlal pada Ramadan tahun lalu.

"Saya dapat perintah dari Presiden (Jokowi) setelah mengantarkan Perdana Menteri India Modi, dia surprise. Menurut beliau Masjid Istiqlal memang harus direnovasi. Saya langsung dapat amanat untuk bisa merenovasi Masjid Istiqlal, harus bisa jadi lebih baik seperti GBK," jelas dia saat penandatanganan kontrak Kegiatan Renovasi Masjid Istiqlal di Gedung Kementerian PUPR, Kamis (16/5/2019).

Dia berharap, proses renovasi ini akan semakin memperpanjang umur masjid. "Mudah-mudahan ini bisa bertahan tidak hanya dalam waktu dekat, tapi bisa sampai 20-25 tahun ke depan," ujar dia.

Selain Kementerian PUPR, renovasi Masjid Istiqlal juga melibatkan istitusi pemerintah lain yakni Kementerian Agama dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Lingkup kegiatan Kementerian PUPR meliputi penataan ulang kawasan di plaza dan gerbang, area dalam masjid, mihrab, koridor, ruang wudhu, toilet, perbaikan sistem mekanikal elektrical dan plumbing bangunan masjid, serta renovasi sistem signage.

Adapun total nilai kontrak konstruksi sebesar Rp 465,3 miliar. Pada saat bersamaan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga sedang mengerjakan perbaikan limbah di kawasan Masjid Istiqlal.

Pelaksanaan renovasi masjid Istiqlal akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya selama 300 hari kalender melalui Kontrak Tahun Jamak (2019-2020) atau sekitar 10 bulan. Kontraktor yang akan melaksanakan kegiatan ini adalah PT Waskita Karya (Persero) dengan Manajemen Konstruksi oleh PT Virama Karya.

3 dari 4 halaman

Renovasi Usai 41 Tahun

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang juga turut serta dalam proses penandatanganan menyatakan, ini merupakan pertama kalinya Masjid Istiqlal direnovasi ulang sejak mulai bisa digunakan pada 41 tahun lalu.

"Setelah diresmikan penggunaannya pada 1978 oleh presiden kedua RI Soeharto, Jokowi kali ini memiliki tekad besar untuk masjid negara dilakukan renovasi yang mendasar. Sepengetahuan saya, inilah pertama kali renovasi secara menyeluruh," sebut dia.

Oleh karenanya, ia sangat mensyukuri adanya inisiatif pembangunan ulang Masjid Istiqlal yang merupakan warisan besar bangsa sejak generasi-generasi sebelumnya.

"Saya merasa amat sangat bersyukur bahwa hari ini kita mengikuti acara yang sangat bermakna, yaitu tandatangan kontrak pelaksanaan masjid Istiqlal. Ini membuktikan kita tidak hanya memelihara apa yang telah diwariskan generasi sebelumnya, tapi mengembangkannya," tutur dia. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Tol JORR II Rampung Sepenuhnya di 2020
Artikel Selanjutnya
Pengerjaan Tol Cisumdawu Terbantu Porsi Pendanaan ke Kontraktor Lokal