Sukses

Ada 464 Penerbangan Tambahan di Bandara Soetta Buat Layani Mudik 2019

Liputan6.com, Jakarta - Masuk musim mudik Lebaran 2019, PT. Angkasa Pura II (Persero) menyiapkan 464 ekstra flight atau penerbangan tambahan. Jumlah tersebut berlaku di Bandara Internasional Soekarno Hatta  (Bandara Soetta) saja.

"Data yang kami peroleh untuk ekstra flight, jumlah maskapai yang meminta kepada kami untuk menambah penerbangan total diangka 464 penerbangan," kata Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, M Suriawan Wakan, Selasa (28/5/2019).

Wakan juga mengatakan, ada beberapa destinasi wisata dan tujuan mudik yang ramai disambangi oleh penumpang di Bandara Soetta pada Lebaran 2019.

"Untuk tujuan favorit itu Joglo Semar masih rute favorit, lalu ada Surabaya, Makasar, dan Kualanamu, serta Padang yang memang jadi rute-rute favorit pada saat Lebaran," katanya.

Dia pun memperkirakan adanya lonjakan volume penerbangan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta pada arus mudik Lebaran sebesar 1 persen hingga 1,5 persen. Sama seperti yang diprediksikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beberapa waktu lalu, saat meninjau kesiapan mudik di bandara tersibuk di Indonesia itu.

Puncak arus mudik Lebaran di Bandara Soetta pun diprediksi akan terjadi pada H-5 Lebaran yakni Tanggal 31 Mei 2019. Namun begitu, Wakan mengaku pergerakan kenaikan penumpang sebenarnya sudah terjadi sejak Minggu, 26 Mei 2019. 

2 dari 4 halaman

Layani Mudik, 524 Pesawat Dinyatakan Layak Terbang

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti terus melaksanakan ramp check guna memastikan kesiapan bandara, maskapai penerbangan, beserta stakeholder penerbangan terkait dalam menghadapi arus mudikangkutan lebaran Tahun 2019.

Ramp check tersebut dimulai dengan pemeriksaan terhadap kesiapan armada pesawat yang dilakukan secara random.

Dari pengecekan tersebut, dari 542 armada angkutan udara, 92 persen dipastikan dapat digunakan untuk melayani kebutuhan angkutan Lebaran 2019. Pesawat tersebut milik maskapai Garuda Indonesia, Batik Air, Sriwijaya Air, Lion Air, Citilink, Air Asia Indonesia, Wing Air, NamAir, Trigana Air, TransNusa, Susi Air, Xpress Air. 

Selain itu, Polana beserta jajaran juga melakukan inspeksi di Airport Operation Control Center (AOCC) guna memastikan bahwa operation control dari bandara terkait pelayanan di bandara berjalan efektif.

AOCC merupakan fasilitas pengelolaan sistem bandara yang di dalamnya banyak stakeholderterdiri dari PT Angkasa Pura II, maskapai, CIQ, Ground Handling Agent, Pertamina hingga Air Traffic Control.

“Dalam tinjauan yang dilakukan terdapat koordinasi yang baik antar stakeholder di bandar udara seperti penyelenggara bandara, maskapai, AirNav, groundhandling, Bea Cukai. Kolaborasi dan berkoordinasi sangat penting dilakukan, karena jika ada kejadian langsung dapat segera dicarikan solusi melalui Airport Collaboration Decision Making (A-CDM)”, jelas Polana dalam keterangannya, Senin (27/5/2019).

Polana menyebutkan dalam AOCC yang memiliki 2150 CCTV terdapat ruang control terpadu, keamanan, crisis center.

3 dari 4 halaman

Perawatan Pesawat

Selain ke AOCC, Dirjen Hubud melakukan inspeksi ke PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF) untuk melihat cara kerja teknik penerbangan dalam melakukan perawatan pesawat. GMF merupakan salah satu industri perawatan pesawat terbang.

GMF AeorAsia dapat melakukan perawatan jenis pesawat meliputi: Boeing 737 Classic, Boeing 777, ATR, Boeing 737 New Generation, Airbus A320, Bombardier CRJ, Boeing 747, Airbus A330, Airbus A320Neo dengan ragam jasa perawatan pesawat meliputi:

Base Maintenance

Line Maintenance

Component Service

Engine Maintenance

Training Center

Cabin Maintenance.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
KKP Bandara Soekarno-Hatta Ajak Penumpang dan Petugas Tes HIV
Artikel Selanjutnya
Bandara Soetta Dirikan Pusat Pengembangan UKM dan Startup