Sukses

Pemerintah Siapkan Lahan 10 Hektare Bangun Kampus di Serpong

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Jokowi-JK berencana membangun kampus berbasis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Serpong, Tangerang. Kampus tersebut rencananya akan berdiri pada lahan 10 hektare (ha).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, lahan sekitar 10 ha tersebut akan menampung dua hingga tiga kampus.

"(Di Serpong?) Kelihatannya. Untuk kampus. KEK sekitar 10 hektare, ya didalamnya bisa 2 atau 3 kampus," ujar Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Saat ini pemerintah tengah berupaya menyelesaikan segala permasalahan administrasi agar KEK ini bisa segera terwujud. Hal ini masih dalam rangka mendorong investasi.

"Kita cek kelengkapan administrasi. Dia enggak ada (masalah) yang serius. Dia (administratif) harus ada dong, kalau enggak lengkap ya mana bisa," jelasnya.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menargetkan, pembangunan kampus di Serpong akan selesai tahun ini. Minimal selesai pada semester I nanti. "(Terealisasi) segera kayaknya. (Semester I?) Ya kita akan coba," tandasnya.

2 dari 3 halaman

KEK Tanjung Kelayang Telah Serap Investasi Rp 489 Miliar

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Pulau Belitung, Bangka Belitung. KEK tersebut diharapkan mempercepat pembangunan ekonomi daerah serta meningkatkan daya saing ekonomi melalui peningkatan investasi.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan salah satu investor yang sudah merealisasikan penanaman modalnya di KEK Tanjung Kelayang ialah Sheraton. Di mana, nilai investasinya mencapai Rp 489 miliar.

"Itu baru 76 persennya. Diharapkan 100 persen selesai pada Agustus nanti," ujarnya saat ditemui di Bangka Belitung, Kamis (14/3/2019).

Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintah menargetkan KEK Tanjung Kelayang bisa menyerap investasi hingga Rp 9 triliun. "Diharapkan di KEK lain berikutnya juga akan masuk investasi," ucapnya. 

Dibangun di areal seluas 324 hektare, KEK Tanjung Kelayang diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 23.645 orang. Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dalam laporannya menuturkan, sampai saat ini sudah 12 (dua belas) KEK yang ditetapkan, 8 (delapan) diantaranya bertema manufaktur, dan 4 (empat) diantaranya bertema kepariwisataan.

Adapun yang sudah resmi beroperasi ada 6 (enam) KEK, yaitu KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung, KEK Palu, KEK Mandalika, KEK Galang Batang, dan KEK Arun Lhokseumawe. "KEK Tanjung Kelayang, bersama dengan KEK Bitung, Morotai, dan Maloy Batuta Trans Kalimantan Insha Allah sudah dapat diresmikan pengoperasiannya," sambung Menko Darmin.

KEK ini dikembangkan sebagai instrumen transformasi ekonomi masyarakat Bangka Belitung, dari sebelumnya pertambangan timah, menjadi kepariwisataan. Provinsi yang dulunya bergabung dengan Sumatera Selatan inipun bersiap diri menjadi destinasi wisata kelas dunia.

"Lokasi KEK Tanjung Kelayang sangat strategis karena terletak di Pulau Belitung, yang secara geografis berada di antara Jakarta dan Singapura, yang diincar sebagai target captive market. Hingga saat ini di KEK Tanjung Kelayang sudah berhasil menarik investasi dengan menghadirkan jaringan hotel internasional seperti Starwood Asia Pacific dan Accor Asia Pacific," tambah Darmin.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Gerindra Merapat ke Pemerintah, Koalisi Jokowi Dianggap Tak Lagi Solid
Artikel Selanjutnya
Pesan SBY saat Bertemu Pimpinan MPR