Sukses

Mau Coba MRT Jakarta Gratis? Pendaftaran Dibuka Mulai Hari Ini

Liputan6.com, Jakarta - PT Mass Rapit Transit (MRT) Jakarta membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mencoba MRT secara gratis. Pendaftaran mencoba MRT Jakarta tersebut mulai dibuka pada hari ini.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, masyarakat yang ingin mencoba merasakan naik MRT pada masa uji coba bisa mendaftar melalui di website jakartamrt.co.id. ‎Pendaftaran dibuka mulai 5-23 Maret 2019.

"Masyarakat akan kita minta untuk mendaftar melalui website MRT Jakarta. Sekarang kalau anda membuka (website) ada tulisan Ayo Uji Coba MRT Jakarta, itu diklik. Pendaftarannya tanggal 5 Maret akan kita buka, kita berikan waktu seminggu," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com seperti ditulis Selasa (5/3/2019).

Saat melakukan pendaftaran, lanjut William, masyarakat bisa memilih stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan serta memilih waktu keberangkatan MRT. Untuk fase I ini, MRT Jakarta beroperasi dari Lebak Bulus hingga ke Bundaran HI dengan 13 stasiun pemberhentian.

"Masyarakat silakan memilih jadwalnya kapan, mulai dari stasiun mana dan turun di stasiun mana. Hanya perlu identitas anda karena kita belum menggunakan tiket jadi yg kita gunakan adalah registrasi," ungkap dia.

Bagi masyarakat yang sudah mendaftar, bisa merasakan langsung naik MRT Jakarta secara gratis mulai 12-23 Maret 2019.‎

"Sebelum itu (beroperasi komersil) kita akan melakukan yang namanya uji coba operasi yang sekarang ini sedang berjalan. Kita akan buka kepada publik itu pada 12 Maret, dan itu dilakukan secara gratis," tandas dia.

Berikut daftar 13 stasiun MRT Jakarta rute Lebak Bulus-Bundaran HI:

1. Lebak Bulus

2. Fatmawati

3. Cipete Raya

4. Haji Nawi

5. Blok A

6. Blok M

7. Sisingamangaraja

8. Senayan

9. Istora

10. Bendungan Hilir

11. Setiabudi

12. Dukuh Atas

13. Bundaran Hotel Indonesia

2 dari 3 halaman

Jakarta Terlambat Bangun MRT

Mass Rapit Transit (MRT) Jakarta akan beroperasi pada akhir bulan ini. Moda transportasi tersebut akan menjadi yang pertama di Indonesia.
 
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, sebenarnya MRT ini sebenarnya termasuk terlambat dibangun di Jakarta. ‎
 
"Sekarang ini memang masih Jakarta, tetapi Jakarta ini relatif terlambat sebenarnya punya MRT," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, pekan ini.
 
 
Sebab, lanjut dia, saat ini jumlah penduduk di Ibu Kota sudah sangat padat. Jika digabungkan, saat ini jumlah penduduk di Jakarta dan kota sekitarnya mencapai 30 juta jiwa.‎
 
"Penduduk Jakarta sudah sangat banyak, jakarta sudah 11 juta, kalau jakarta dan sekitarnya itu sudah 25-30 juta," kata dia.
 
William berharap MRT ini juga bisa dibangun di kota lain. Menurut dia, banyak kota besar yang butuh moda transportasi seperti ini.
 
"Tapi kita berharap dalam waktu singkat MRT ini juga masuk ke provinsi lain di sekitar Jakarta, Banten atau Jawa Barat misalnya. Pada prinsipnya MRT ini siap untuk membantu melihat kemungkinan-kemungkinan di kota mana, dengan skala penduduk yang sudah tinggi yang membutuhkan MRT," jelas dia.
 
William menyarankan agar pemerintah kota (pemkot) di provinsi lain tidak menunggu sampai penduduknya bertambah padat untuk membangun MRT.
 
"Jadi jangan tunggu kotanya seperti Jakarta baru dibangun MRT, nanti susah. Jadi ada kota-kota yang sudah siap, kami siap bekerja sama untuk memberikan dukungan teknis agar kota-kota tersebut bisa membangun MRT juga," tandas dia.
3 dari 3 halaman

Simak video pilihan di bawah ini:

Polisi Tembak Pembius dan Perampas Kendaraan
Loading
Artikel Selanjutnya
Menengok Kerennya 5 Angkutan Massal di Asia
Artikel Selanjutnya
2 Jenis Tiket yang Bisa Digunakan untuk Naik MRT Jakarta