Sukses

Mau Jadi Negara Maju, Indonesia Harus Punya Banyak Wirausahawan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, sektor wirausaha atau entrepreneurship jadi poin penting yang harus didorong guna mewujudkan visi Indonesia menjadi negara maju 2045.

Dia mengatakan, jumlah wirausahawan baru di Tanah Air kini sudah mulai bermunculan. Namun begitu, ia merasa secara jumlah itu masih terlalu sedikit jika dibandingkan dengan negara maju di luar sana.

"Ada satu komponen utama yang buat Indonesia beda dengan negara maju utama, yaitu entrepreneurship. Memang sekarang kita sudah punya itu, tapi secara jumlah dan kualitas belum sesuai seperti negara maju," ucap dia dalam sebuah seminar yang diadakan di kantornya, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Tak lupa, ia menyebutkan, sebuah negara maju juga harus memiliki sistem birokrasi yang bagus. Namun, tambahnya, keberadaan wirausahawan penting guna menciptakan sebuah terobosan baru di bidang dunia usaha.

"Negara maju jelas birokrasi harus maju, tapi juga harus ada pihak yang menciptakan terobosan. Entrepreneur ini diharapkan bisa menciptakan terobosan," tegasnya.

 

2 dari 3 halaman

Data Pelaku Usaha Mandiri

Selain itu, dia juga turut mencermati ketiadaan data terkait jumlah pelaku usaha mandiri di level kecil dan menengah. Sebab, menurutnya, data itu penting untuk memantau perkembangan sektor usaha yang dikelolanya.

"Kita tidak pernah melakukan observasi soal jumlah UMKM. Jadi kita tidak bisa mengetahui ada berapa banyak UMKM yang naik kelas dan merasakan perubahan status, misal dari statusnya mikro jadi menengah," ungkap dia.

Catatan lainnya, Menteri Bambang juga mendorong generasi muda untuk bisa mengembangkan usaha baru yang berbeda dari apa yang dirintis generasi sebelumnya.

"Paling penting, anak muda sekarang berani jadi entrepreneur. Itu harus dibekali dengan kemampuan dan daya tahan. Akan lebih baik lagi, generasi baru dari pengusaha, selain mengembangkan usaha orang tuanya, bisa mengembangkan usaha baru yang mungkin tidak berhubungan dengan usaha sebelumnya," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Bos Bappenas Ungkap Efek Kenaikan Suku Bunga BI ke Sektor Industri
Artikel Selanjutnya
Tak Punya Industri Kecil yang Kuat, RI Bakal Sulit Bersaing dengan Jepang