Sukses

Wall Street Ditutup Bervariasi Dipicu Penurunan Saham Keuangan dan Energi

Liputan6.com, New York - Wall Street ditutup bervariasi, dengan indeks S&P 500 dan Dow berakhir turun, sementara Nasdaq menguat. Ini seiring kenaikan saham Apple dan Amazon yang mengimbangi penurunan saham energi dan keuangan.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 74,52 poin, atau 0,29 persen, menjadi 25.509,23. Sementara indeks S&P 500 turun 4,12 poin, atau 0,14 persen, menjadi 2.853,58 dan Nasdaq Composite bertambah 3,46 poin, atau 0,04 persen, menjadi 7.891,78.

Indeks S&P 500 sempat berada di wilayah positif hampir sepanjang hari, yang menempatkannya kembali mendekati rekor tertinggi yang dicapai pada 26 Januari. Nasdaq juga mendekati level tertingginya.

Ini salah satunya seiring kenaikan saham sektor teknologi yang bangkit dari penurunannya di pasar pada bulan Februari. Tercatat, saham Apple naik 0,8 persen, sementara Amazon (AMZN.O) naik 0,6 persen.

“Sangat sulit bagi pasar untuk benar-benar melompat ke depan. Ini adalah pendakian yang lambat dan stabil, yang dipimpin oleh jumlah perusahaan yang semakin kecil,” kata Rick Meckler, Rekanan Cherry Lane Investments, kantor investasi di New Vernon, New Jersey.

Kenaikan saham teknologi mengimbangi penurunan pada sektor saham energi di indeks S&P .SPNY, yang turun 0,9 persen. Tercatat saham Occidental Petroleum (OXY.N) turun 4,2 persen setelah mempertahankan proyeksi produksinya pada tahun ini.  Sementara indeks keuangan pada S&P turun 0,6 persen.

Adapun hambatan terbesar pada pada indeks S&P 500 sebenarnya berasal dari saham Booking Holdings (BKNG.O), yang jatuh 5 persen setelah memperkirakan laba kuartal ketiga di bawah ekspektasi.

Di sisi lain, data terbaru menunjukkan kekuatan di pasar tenaga kerja, menggarisbawahi kesehatan ekonomi AS meskipun ketegangan perdagangan sedang berlangsung. Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran tiba-tiba turun pekan lalu, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja.

Pasar kali ini Saham Tesla Inc (TSLA.O) juga turun ke level terendah dalam dua hari dan menghapus semua keuntungan yang dipicu oleh tweet Chief Executive Elon Musk yang mengumumkan rencana untuk mengambil perusahaan secara pribadi. Stok ditutup turun 4,8 persen.

Sekitar 5,9 miliar saham berpindah tangan di bursa AS. Itu dibandingkan dengan 6,3 miliar rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.

1 dari 2 halaman

Penutupan Perdagangan Sebelumnya

Indeks acuan pasaar saham Amerika Serikat (AS) S&P 500 dekati level tertinggi pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong penguatan indeks acuan tersebut adalah saham-saham teknologi terutama Amazon, Alphabet dan Microsoft.

Selain itu, pendorong penguatan bursa saham di AS adalah pendapatan kuartal II pada emiten yang sesuai dengan perkiraan para analis dan ekonom seningga mendorong ekspektasi akan kekuatan ekonomi AS.

Mengutip Reuters, Rabu (8/8/2018), indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,5 persen dan mengakhiri perdagangan di 25.628,91.

S&P 500 mengakhiri sesi di 2.858,45, hanya sedikit di bawaj rekor tertinggi yang ditorehkan pada Januari sebesar 2.872,87. Sedangkan untuk Nasdaq Composite bertambah 0,31 persen menjadi 7.883,66.

Indeks S&P 500 ditutup mendekati rekor tertinggi yang dicatatkan pada 26 Januari. Investor yakin puncak baru akan ditorehkan dalam waktu dekat ini.

Rally tajam dalam saham teknologi telah membantu Nasdaq pulih lebih cepat dari aksi jual yang cukup dalam pada Februari lalu.

"Saya harap momentum ini tidak hanya sesaat tetapi bisa bertahan cukup lama," kata Liz Young, analosnalis senior BNY Mellon Investment Management, New York.

Saham Alphabet naik 1,47 persen dan Microsoft naik 0,69 persen. Sedangkan saham Amazon.com menambahkan 0,80 persen.

Artikel Selanjutnya
IHSG Ditutup Melemah ke Posisi 6.065,25
Artikel Selanjutnya
Harga Minyak Bebani Wall Street