Sukses

Milenial Boros Gara-Gara Suka Barang Mewah dan Cari Status Sosial?

Liputan6.com, Jakarta - Milenial selain sering disebut generasi yang tak bisa jauh dari media sosial, juga sangat boros. Mereka senang belanja dan melupakan kebutuhan jangka panjang. Benarkah mereka suka barang mewah dan mencari status sosial?

Dilansir dari Independent, sebuah penelitian yang dilakukan Direct Line, jutaan milenial di Inggris hanya ingin membeli barang-barang mahal, kemudian memamerkan kepada teman dan keluarganya.

Penelitian yang diikuti oleh responden yang berusia 18 hingga 34 tahun tersebut hampir seperempatnya mengatakan acara televisi seperti TOWIE dan Real Housewives berfokus memamerkan kekayaan dan mereka ingin menirunya. Sedangkan sepertiganya mengatakan ingin membeli barang bermerek yang mahal agar dapat dipamerkan di media sosial.

Hal sama diutarakan dari studi yang dilakukan Toluna untuk Independent. Dikatakan lebih dari seribu orang yang disurvei, 70 persen milenial menghabiskan uang untuk membeli barang-barang mewah dibandingkan generasi sebelumnya.

Dari survei itu juga mendapatkan data bahwa generasi milenial ini cenderung tidak memiliki rumah sendiri dan tidak memiliki tabungan pensiun. Mereka lebih memilih tinggal di rumah orang tua.

 

2 dari 3 halaman

Alasan Milenial Boros

Menurut Karl Elliott, customer strategy di OneFamily, tekanan keuangan membuat para pekerja muda untuk lebih suka memamerkan barang mewah kepada teman dan saudara daripada membeli aset berjangka panjang.

“Dengan tekanan keuangan yang meningkat pada mayoritas pekerja muda, tidak mengherankan bahwa mereka ingin memamerkan pembelian mewahnya kepada teman dan keluarga daripada fokus pada aset jangka panjang yang sepertinya tidak terjangkau,” ucap Elliot.

Lewat kehadiran media sosial, mereka pun mudah terpengaruh gaya hidup blogger, vlogger, dan selebritas acara realitas untuk membeli barang mewah.

“Milenial telah begitu dibombardir oleh simbol status, seperti tas tangan dan perhiasan, karena blogger, vlogger, instagrammer, dan influencer acara realitas televisi sehingga menghasilkan peningkatan kesadaran akan barang bermerek dan aspirasi untuk membelinya,” tutur pendiri Intergenerational Foundation, Liz Emerson.

Sementara itu, menurut peneliti di ISEAS Yusof Ishak Institute, Pritish Bhattacharya, menyebut bahwa generasi milenial berbelanja produk mewah karena empat faktor, yakni fungsi, daya tahan, desain, dan identitas unik.

“Orang-orang menghargai produk mewah sebagaimana produk itu dibuat dan bukan faktor-faktor yang mengelilinginya,” jelas Bhattacharya, sebagaimana dikutip dari The Straits Times.

Bhattacharya mengutip komentar dari peserta penelitian yang menunjukkan bagaimana mereka melihat fitur produk, seperti perlindungan ultraviolet dalam kacamata hitam, atau durabilitas barang mewah yang kerap digunakan.

3 dari 3 halaman

Minat Milenial pada Barang Mewah Meningkat

Brand Manager Christian Dior Couture, Cicilia King, dalam paparan pada sesi Luxury Business: How Heritage Brand Facing The Truth of Millenials menyebut, menurut sejumlah survei, 45 persen pasar global untuk barang bermerek akan didominasi oleh generasi milenial.

Peningkatan tersebut disebabkan oleh tingginya ketertarikan terhadap suatu merek mahal, dan ingin tetap selalu mengikuti perkembangan terkini. “Jadi saya pikir ya ada (peningkatan),” ungkap Cicilia, beberapa waktu lalu.

Dalam rilis laporan terbarunya, yang berjudul Bling it on: What makes a millennial spend more, firma penasihat keuangan dan konsultan internasional, Deloitte mengatakan, pada survei yang dilakukan pada 1.000 milenial di Amerika, Inggris, Italia, dan China tetap mengutamakan kualitas ketika membeli barang-barang mewah.

Generasi ini secara teliti akan melihat dan membandingkan kualitas dan juga selisih harga melalui perbandingan secara online dan juga forum diskusi.

Secara global, hampir 40 persen konsumen generasi milenial mengatakan, kualitas merupakan faktor terpenting yang menarik perhatian mereka. Hampir dua kali lipat proporsi yang mengutip aspek kemewahan yang paling menarik berikutnya, keunikannya. Hal ini pula yang diungkapkan oleh Cicilia.

“Mereka tertarik yang autentik, jadi enggak bisa sesuatu yang biasa saja. Mereka mau lihat sesuatu yang original. Jadi mereka generasi yang transparan karena mereka bisa mengakses semua informasi real time dan trending-nya apa,” kata Cicilia.

Untuk itu, lanjut Cicilia, hal terpenting bagi suatu merek dalam menawarkan barang mewah kepada pelanggan milenial dengan menawarkan pengalaman yang berbeda.

Sumber : www.wormtraders.com

Menyedihkan, Usaha Bertahan Hidup Penduduk Venezuela

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Inilah Fakta Asuransi Mobil yang Wajib Diketahui
Artikel Selanjutnya
Studi: Milenial Penggila Makanan Cepat Saji, Benarkah?