Sukses

Dikebut buat Mudik Lebaran, Jembatan Kali Kuto Dirakit di Lokasi

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebutkan, konstruksi Jembatan Kali Kuto bakal menjadi jembatan pelengkung baja pertama di Indonesia yang perakitannya tidak dilakukan di pabrik, melainkan di lokasi pekerjaan.
 
Menurutnya, itu perlu dilakukan agar pengerjaan bisa dipercepat dan kelak bisa dipakai pada H-2 Lebaran 2018.
 
"Ini baru pertama kali dilakukan menurut Waagner (Waagner-Biro) sebagai subkontraktor, di-assembling di lokasi proyek," aku dia di lokasi proyek Jembatan Kali Kuto, seperti dikutip Minggu (27/5/2018).
 
Dia mengatakan, alasan perakitan in site tersebut diupayakan lantaran beban beratnya yang 2.400 ton, sehingga tidak menyulitkan bila harus dirakit dulu di pabrik asal.
 
"Kalau ini di-assembling di Jawa pun bawanya akan susah. Sehingga ini dibikin knock down, dipisah jadi 12 pieces, 6-6. Sekarang sudah dipasang 5-5," terang dia.
 
Basuki pun turut membandingkan pengerjaan jembatan pelengkung lain yang dirakit di pabrik, yakni Jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua. "Holtekamp assembling di PAL Surabaya, kemudian dibawa lewat laut," ujarnya.
 
Lebih lanjut, ia juga tak lupa menyemangati para awak proyek Jembatan Kali Kuto, yang tengah merintis pembuatan jembatan melengkung pertama di Indonesia yang dikerjakan langsung di lokasi.
 
"Soal kendala, bila ada kesulitan akan diselesaikan langsung di sana. Tapi saya mau bilang, never give up, jangan pernah menyerah sehingga semua bisa diatasi," tutur Basuki.
2 dari 2 halaman

Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan bila Jembatan Kali Kuto Tak Rampung Saat Mudik Lebaran

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggenjot pengerjaan ruas Tol Batang-Semarang agar bisa digunakan secara fungsional seutuhnya pada mudik Lebaran 2018.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melaporkan, masih ada titik kritis yakni di lokasi pembangunan Jembatan Kali Kuto yang ditargetkan baru bisa dilalui H-2 Lebaran. Bilamana pada saat itu pengerjaan belum rampung, Kementerian PUPR beserta PT Jasa Marga Semarang-Batang telah menyiapkan rute pengalihan lalu lintas.

"Sementara ini mudah-mudahan akan selesai H-2, mundur dari rencana awal yang H-10. Untuk mengantisipasinya (jika belum bisa dilewati) pun ada Plan B. Nanti kendaraan akan diarahkan keluar Gringsing sejauh 500 m, untuk masuk lagi (ke tol) dan langsung ke (Gerbang Tol) Krapyak," ujar dia, seperti dikutip Minggu (27/5/2018).

Namun demikian, dia memastikan bahwa arus balik di jalur tersebut dapat lebih lancar lantaran jembatan sudah bisa dilalui.

Dia juga menyebutkan, progres pengerjaan Jembatan Kali Kuto saat ini sudah sekitar 60 sampai 70 persen. Ia pun meminta konstruksi proyek bisa terus didorong agar nantinya bisa dipakai saat mudik Lebaran.

"Kita mempercepat, tidak mundur. Karena ini mau dipakai mudik jadi harus dipercepat," Basuki menegaskan.