Sukses

Perajin Ini Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah dari Kayu Jati

Liputan6.com, Kendari - Perajin kayu jati mitra PT Aneka Tambang Tbk (Persero) (Antam) berhasil memperluas pasar ke mancanegara dan raih omzet mencapai ratusan juta rupiah per bulan.

Pengusaha kerajinan kayu ‎di Kendari, Sulawesi Tenggara, Suniary Pelango mengatakan, usaha yang dirintisnya sejak 1999 berupa kerajinan ukiran dan mebel berbahan dasar kayu jati, saat ini sudah merambah pasar ‎mancanegara, antara Thailand, India dan Jerman.

"Jual macam-macam, ke Thailand, Jerman dan India. Kalau Indonesia hampir semua‎,"‎ kata Suniary, saat ditemui di galeri kerajinannya UD Naga Geni, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (7/5/2018).

Saat membuat kerajinan kayu jati, Suniary membeli bahan baku berupa akar kayu atau bonggol untuk dibentuk ukiran dan lembaran kayu untuk bahan dasar mebel. Kerajian kayu jati itu harganya berkisar dari ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah dari petani.

Kemudian kayu tersebut diolah menjadi kerajinan‎ oleh 10 orang pekerja di galerinya. Dari hasil olahan tersebut, Suniary menjual dengan harga Rp 5 jutaan hingga ratusan juta rupiah. Tak heran dari usahanya tersebut, dia bisa mengantongi ratusan juta rupiah per bulan.

 "Sebulan karena fluktuasi pendapatannya, bisa sampai ratusan juta," tutur Suniary.

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Suniary menuturkan, kesuksesan usahanya tidak luput dari bantuan usaha kemitraan Antam. Perusahaan tambang pelat merah tersebut memberikan pinjaman modal dan bimbingan pelatihan untuk pengembangan usaha.

‎"Antam banyak bantu saya, saya dibawa pameran, berupa bantuan modal dan pelatihan," ujar dia.

Asisten Manajer Hubungan Masyarakat Antam UBPN Sulawesi Tenggara, Dedy Supriyadi mengungkapkan, ‎selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Antam memiliki peran untuk meningkatkan kesehajteraan masyarakat, dengan menyalurkan tanggung jawab sosial melalui pemberian bantuan pinjaman dana.

Pada tahun lalu, dana pinjaman yang disalurkan untuk perdagangan, perkebunan, pertanian, jasa, dan kerajina sebesar Rp 4,7 miliar ke 139 mitra binaan. ‎"Tahun lalu Rp 4,7 miliar. Perdagangan, perkebunan, pertanian, jasa, dan kerajinan seperti ini semua sektor 139 mitra binaan," ujar dia.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: