Sukses

Adhi Karya Terima Pembayaran Pertama Proyek LRT Rp 3,4 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) telah menerima realisasi pembayaran pertama untuk proyek light rail transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) senilai Rp 3,425 triliun.

Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk Budi Harto menuturkan, pihaknya sudah menerima pembayaran pertama LRT pada Kamis (8/3/2018). Dengan pembayaran, diharapkan dapat memberikan sentimen positif untuk kinerja keuangan perseroan. Adapun proyek LRT tersebut catatkan total pembiayaan Rp 21 triliun.

"Hari ini kami sudah terima Rp 3,4 triliun. Ini bagus buat cash flow kami. Ada cash," ujar Budi saat dihubungi Liputan6.com.

Seperti diketahui, PT KAI dan PT Adhi Karya Tbk merupakan penyelenggara pra sarana dan sarana LRT. PT KAI menerima penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 7,6 triliun, sedangkan PT Adhi Karya Tbk menerima Rp 1,4 triliun.

PT Adhi Karya Tbk membukukan kenaikan laba bersih 78 persen menjadi Rp 205,07 miliar hingga kuartal III 2017 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 115,18 miliar. Kenaikan laba itu mendorong pendapatan usaha naik 53 persen menjadi Rp 8,71 triliun.

Pendapatan perseroan didominasi dari jasa konstruksi sebesar Rp 7,79 triliun pada kuartal III 2017. Ada penerimaan pembayaran untuk proyek LRT tersebut berdampak ke harga saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Saham PT Adhi Karya Tbk melonjak 5,17 persen ke posisi Rp 2.440 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.156 kali dengan volume perdagangan 224.484. Nilai transaksi harian saham Rp 54,8 miliar.

Analis PT Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan, ada pembiayaan tersebut memberikan kepastian proyek LRT akan dilanjutkan dan diselesaikan secepatnya. Ini memberikan sentimen positif untuk menopang kinerja saham PT Adhi Karya Tbk.

"Kenaikan saham PT Adhi Karya Tbk didorong pendanaan infrastruktur LRT telah dicairkan oleh pemerintah," ujar Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji, saat dihubungi Liputan6.com.

Nafan menargetkan beli saham PT Adhi Karya Tbk dengan target harga saham Rp 2.900 dalam jangka panjang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Pembangunan LRT Palembang Rampung Bulan Ini

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin memastikan, pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang rampung pada Maret 2018. Dengan demikian, pada saat pelaksanaan Asian Games 2018, transportasi massal tersebut siap beroperasi.

Alex mengungkapkan, setelah proses pembangunannya selesai bulan ini, masih ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk memastikan LRT tersebut beroperasi dengan baik. Salah satunya yaitu tahap pemeriksaan dan pengujian instalasi peralatan yang terpasang (commissioning) pada LRT.

"LRT selesai bulan ini, 3 bulan dia commissioning, tes sinyal dan lain-lain, full operasi bulan Juni," ujar dia di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa 6 Maret 2018.Selain itu, rangkaian kereta LRT juga diperkirakan tiba di Palembang pada Maret 2018. Kereta tersebut merupakan produksi dalam negeri yang dibuat oleh PT INKA.

"Kereta datang pertengahan bulan ini," kata dia.

Alex menuturkan, LRT Palembang akan mengoperasikan 6 set rangkaian kereta. Satu rangkaian kereta diperkirakan memiliki kapasitas antara 180-250 penumpang.

"Kita dapat kalau enggak salah 6 set, satu set-nya itu terdiri dari 1 lokomotif dan empat gerbong," kata dia.

Artikel Selanjutnya
Bos Adhi Karya Pimpin Tim Evaluasi Proyek BUMN Karya
Artikel Selanjutnya
Proyek LRT Jabodebek Masih Terganjal Pembebasan Lahan