Sukses

Ini Proyek Jumbo yang Akan Selesai di 2018

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyebut ada beberapa mega proyek infrastruktur yang akan selesai pada 2018. Beberapa di antaranya adalah tol Trans Jawa, Bandara Kertajati, Mass Rapid Transit (MRT) untuk Asian Games.

"Beberapa proyek akan memasuki tahapan akhir dan selesai di 2018. Tapi juga akan dimulai pembangunan beberapa proyek baru," ujar Bambang saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Dia menyebut, tahun depan harus menjadi tahap akhir dari proyek tol Trans Jawa dengan nilai investasi sekitar Rp 44 triliun itu. Pemerintah menargetkan Jakarta-Surabaya tersambung tol Trans Jawa pada akhir 2018.

"Kita sudah komitmen dan sepakat, Jakarta sampai Surabaya terkoneksi Trans Jawa akhir 2018," mantan Menteri Keuangan itu menerangkan.

Proyek infrastruktur berikutnya, Bambang mengatakan, Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat diharapkan beroperasi pada 2018. Menurutnya, Bappenas melalui program Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mencari investor bandara senilai Rp 25 triliun itu.

"Dari luas, bandara ini lebih luas dari Soekarno-Hatta, dan relatif lebih mudah membangun tiga landasan pacu (runway). Sedangkan Bandara Soetta sedang berusaha membangun runway ketiga namun harus membebaskan tanah dengan nilai triliunan rupiah," jelasnya.

"Bandara Kertajati sudah dalam tahap pengembangan dengan mulai satu runway dan akan beroperasi pada Juni 2018," Bambang menambahkan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

MRT

Ada lagi proyek MRT DKI Jakarta untuk Asian Games akan selesai pada 2018. Sementara operasional secara umum kereta baru dengan kebutuhan investasi Rp 25,1 triliun ini akan dimulai pada 1 Maret 2019.

"MRT Asian Games akan diujicoba dengan jumlah penumpang terbatas karena sebagai proyek, MRT sudah harus selesai di 2018. Selanjutnya, baru akan dioperasikan secara penuh pada 1 Maret 2019," ujar Bambang.

Melalui program PINA, selain Bandara Kertajati, juga ada Bandara Kulonprogo, Jawa Tengah. Investor asal Kanada disebut-sebut tertarik menanamkan modalnya ke Indonesia tahun depan.

"Bandara Kulonprogo belum ketahuan berapa persisnya (kebutuhan pendanaan), tapi dia butuh. Investor domestik kini mulai tertarik dengan bisnis bandara, termasuk Kanada dipastikan masuk tahun depan," paparnya.

"Tapi tidak tahu mau masuknya di mana mereka. Secara uang mereka (Kanada) sudah siap tahun depan," tandas Bambang.

Artikel Selanjutnya
Menhub Harap LRT Palembang Beroperasi Awal Juli
Artikel Selanjutnya
Bandara Kertajati Siap Uji Coba pada Mei 2018