Sukses

Banyak Harta, Kenapa Miliarder Malah Pilih Hidup Sederhana?

Liputan6.com, Jakarta - Bagi miliarder Warren Buffett dan Mark Zuckerberg, persoalan uang sepertinya tak pernah menjadi kendala. Apa pun yang mereka inginkan bisa diwujudkan dengan mudah. Bagaimana tidak, mereka masuk ke dalam daftar orang paling kaya di dunia dengan kekayaan lebih dari US$ 50 miliar.

Akan tetapi, meski punya kekayaan menggunung, orang-orang ini justru punya kebiasaan untuk hidup hemat dan sederhana. Mereka tidaklah tinggal di rumah super mewah bak istana. Setiap hari, baju yang dipakai pun jauh dari embel-embel merek fashion ternama.

Lalu, mengapa miliarder terkaya dunia justru lebih memilih menjalani hidupnya bak orang biasa? Dosen University of Georgia dan penulis buku laris The Millionaire Next Door, Thomas Stanley, menjelaskan setidaknya ada tiga alasan di balik kebiasaan hidup sederhana para miliarder ini.

Berikut ulasannya melansir bankrate.com, Sabtu (2/9/2017)

1. Dibesarkan di lingkungan yang sederhana dan bersahaja

Kebiasaan hemat dan anti menghambur-hamburkan uang para miliarder ternyata berasal dari keluarga dan lingkungan tempat mereka dibesarkan. Stanley mengungkap, sebagian besar miliarder ini berasal dari keluarga kelas menengah. Sejak kecil, mereka juga dididik untuk bisa bijak membelanjakan uang.

"Banyak orang kaya menuturkan pada saya bahwa mereka tidak pernah malu dengan gaya hidup yang mereka miliki. Ini justru berkebalikan dengan orang-orang di luar sana yang mementingkan gengsi," tutur Stanley.

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

2 dari 7 halaman

Selanjutnya

2. Mereka mengerti arti kekayaan

Bagi para miliarder di luar sana, punya banyak harta tidak berarti menjadikan Anda seorang orang kaya. Stanley menjelaskan, miliarder ini tahu betul kekayaan jumlah besar yang didapat tidak akan bertahan lama apabila dihambur-hamburkan percuma.

"Untuk itu, miliarder lebih memilih untuk menginvestasikan uang atau menggunakan lebih dari separuh hartanya untuk kepentingan yang lebih utama," Stanley mengungkapkan.

3. Dipengaruhi lingkungan pekerjaan

Menurut Stanley, orang kaya yang cenderung hidup sederhana biasanya berasal dari kalangan pendidik, insinyur, pemilik bisnis kecil, hingga pengusaha agribisnis. Kebiasaan untuk berhemat ini datang dari budaya kerja mereka.

Orang yang berprofesi sebagai artis, pengacara, atau bos besar memiliki tekanan untuk selalu tampil prima dan menyandang status sosial tinggi. Itulah mengapa mereka juga sering membelanjakan uangnya untuk kebutuhan pribadi dan barang-barang bermerek.

Akan tetapi, bagi mereka yang bekerja sebagai insinyur atau tenaga pendidik, tidak ada tekanan untuk selalu tampil menawan. Alhasil, kebanyakan dari mereka lebih memilih menginvestasikan uangnya untuk keperluan yang lebih penting.

3 dari 7 halaman

Siapa saja mereka?

Lalu siapa saja miliarder kaya raya namun hidup sederhana? Berikut enam gaya hidup sederhana dari orang-orang super kaya dunia, yang disarikan dari Business Insider:

1. Warren Buffett

Terkenal sebagai miliarder yang hidup sederhana, Buffet menganggap uang bukanlah segalanya. Dia tetap tinggal di rumah sederhana seharga US$ 31.500 selama lebih dari 50 tahun. Pria terkaya ketiga di dunia ini juga tidak memiliki kapal pesiar mewah, pesawat pribadi, bahkan Buffet tidak pernah memberikan uang ke anaknya karena ingin mereka merdeka secara finansial.

Investor paling tersukses di dunia ini pertama kali berinvestasi pada usia 11 tahun. Meski sudah berusia 85 tahun, dia tetap pergi bekerja setiap hari karena tidak pernah kehilangan passion untuk investasi. Saat ini Buffet memiliki kekayaan US$ 60,8 miliar.

2. Carlos Slim Helu

Kini Carlos menjadi orang terkaya keempat di dunia dengan total kekayannya mencapa US$ 50 miliar yang berasal dari investasinya di beberapa perusahaan besar.

Walaupun begitu, dia mengaku tidak menemukan alasan untuk menghabiskan uang untuk berbelanja barang mewah. Carlos juga tetap memilih tinggal di rumah yang sudah 30 tahun lamanya ia tinggali daripada tinggal di rumah mewah.

4 dari 7 halaman

3. Ingvar Kamprad

3. Ingvar Kamprad

Pendiri IKEA ini mengawali bisnisnya saat berusia 17 tahun. Hingga kini usianya menginjak 89 tahun, kekayaannya mencapai US$ 3,3 miliar atau setara dengan Rp 431 triliun pada 2015.

Walaupun begitu, dia tetap hidup sederhana dengan makan di restoran sederhana, menawar saat berbelanja di pasar dan terbang dengan pesawat kelas ekonomi.

5 dari 7 halaman

4. Mark Zuckerberg

Di usianya yang baru 32 tahun, Zuckerberg sudah menjadi orang terkaya nomor enam di dunia. Berkat Facebook, dia berhasil mencetak US$ 44,6 miliar. Namun uang tak mengubah pengusaha muda ini, Zuckerberg terapkan hidup sederhana.

Dia menggunakan kaos abu-abu dan hoodie setiap hari. Satu-satunya barang termahal yang pernah ia beli hanyanya sebuah rumah di Palo Alto seharga US$ 7 juta atau setara Rp 91 miliar.

6 dari 7 halaman

5. Amancio Ortega

Amancio Ortega tercatat sebagai orang terkaya nomer tiga di dunia dengan kekayaan US$ 82,3 miliar. Memiliki kekayaan berlimpah tidak mengubah gaya hidup Ortega menjadi super wah. Dia tidak segan bergabung dengan para karyawannya di kantor pusat Zara untuk makan siang di kafetaria.

Penampilan Ortega juga sederhana dengan memakai blazer biru, kemeja putih dan celana abu-abu. Walau memiliki jet pribadi seharga 45 juta dollar AS, Ortega jarang memakainya karena waktunya sudah habis untuk bekerja.

7 dari 7 halaman

6. Bill Gates

Selain tercatat sebagai orang paling kaya sedunia, Bill Gates juga terkenal sebagai pribadi yang suka sekali beramal. Tahun 2017 ini, Bill Gates menyumbangkan sekitar US$ 4,6 juta untuk kegiatan kemanusiaan. Angka itu setara dengan 5 persen dari nilai kekayaanjya. Nilai donasi itu juga merupakan yang terbesar yang dikeluarkan oleh Gates dalam 17 tahun terakhir.

Bill Gates memberi pelajaran penting tentang menjadi kaya: mereka yang benar-benar kaya adalah mereka yang senang memberi.

Loading