Sukses

Realisasi Investasi Foxconn Tunggu Jokowi Jadi Presiden?

Liputan6.com, Jakarta - Belum adanya titik terang mengenai rencana investasi Foxconn menimbulkan pertanyaan soal keseriusan produsen gadget tersebut untuk membangun pabriknya di Indonesia.

Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat menyatakan Foxconn memang telah menemui Gubernur DKI Joko Widodo perihal kelanjutan investasinya. Namun tetap saja belum memberikan kepastian waktu soal investasinya.

"Mereka kan sudah agreement dengan Jokowi. Mungkin mereka menunggu Jokowi jadi presiden," ujarnya saat memberikan sambutan pada Seminar Prospek Industri Otomotif Nasional Menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015 di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (23/6/2014).

Menurut dia, saat ini yang masih menjadi kendala realisasi investasi Foxconn yaitu soal lahan dimana perusahaan asal Taiwan tersebut meminta lahan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) secara gratis. Namun pihak KBN tetap menginginkan agar Foxconn membeli dengan harga yang ditentukan.

Hal ini berbeda dengan yang didapatkan Foxconn di China di mana bisa mendapatkan lahan secara gratis karena ada kebijakan dari pemerintah.

"Foxconn saya kira dia sudah punya 10 pabrik di RRC. Polanya adalah tanah atau lahan disediakan pemerintah. Mungkin karena RRC adalah negara komunis dan tanah 100% dikuasai pemerintah. Tapi kita nggak harus masuk sistem otoriter begitu. Kita kerjasama atau beli," kata dia.

Hidayat bahkan menganggap tarik ulurnya rencana Foxconn untuk membangun pabriknya di Indonesia sebagai strategi perusahaan untuk menaikan nilai sahamnya.

"Saya pikirkan jangan-jangan dia melemparkan isu ini biar harga sahamnya naik. Karena kalau pasar mendengar dia mau ekspansi bangun pabrik, sahamnya bisa naik," tandas dia. (Dny/Nrm)