Fahmi Idris: Akbar Melakukan Kesalahan

Keputusan Akbar membawa Golkar bergabung dengan Koalisi Kebangsaan buat memenangkan pasangan Megawati-Hasyim terbukti tidak berbuah manis. Seharusnya Akbar jeli mencermati aspirasi rakyat.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 September 2004, 08:58 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Keputusan bergabung dengan Koalisi Kebangsaan adalah kesalahan terbesar Akbar Tandjung dan Partai Golkar. Buktinya, keputusan Golkar mendukung pasangan Megawati Sukarnoputri-Hasyim Muzadi terbukti tak berbuah manis. Jadi, sudah selayaknya Akbar mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Partai Beringin. Demikian dikatakan Fahmi Idris di sela-sela acara Forum Anak Bangsa Bersatu di Jakarta, Selasa (21/9).

Fahmi mengatakan, mestinya Akbar jeli mencermati aspirasi rakyat. Kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono, tambah Fahmi, menegaskan kalau keputusan Akbar salah. Dia juga menganggap enteng keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar memecat dirinya. Menurut Fahmi, pemecatan adalah langkah panik Akbar [baca: Delapan Pengurus DPP Golkar Dipecat].

Pada kesempatan terpisah, fungsionaris DPP Partai Golkar Abdul Gafur meminta, Akbar selekasnya mengakhiri konflik internal partai. Akbar juga harus melakukan rekonsiliasi dengan Fahmi dan kawan-kawan. Kalau tidak, posisi Akbar akan sulit. Bahkan, bukan tak mungkin Golkar akan "habis" pada Pemilu 2009.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya